Bambang Resmi Ceraikan Halimah

Kompas.com - 31/03/2011, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu putra mantan Presiden RI HM Soeharto, Bambang Trihatmodjo, akhirnya resmi menceraikan istrinya, Halimah Agustina Kamil. Ikrar talak diucapkan pada Kamis (31/3/2011) di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Pusat.

Bambang, yang datang didampingi pengawal dan kuasa hukumnya, Muhammad Asy'ary, tampak dingin saat mendatangi gedung PA Jakarta Pusat. Proses pembacaan ikrar talak berjalan cukup singkat, sekitar lima menit. Setelah itu, Bambang langsung meninggalkan lokasi pengadilan. Halimah sendiri tak terlihat hadir dalam agenda pembacaan ikrar talak tersebut.

Asyari mengatakan, setelah membacaan ikrar talak, sudah otomatis tak ada lagi tali ikatan antara kliennya dan Halimah. "Klien kami Bambang Trihatmodjo telah ucapkan ikrar talaknya di depan persidangan Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Dengan demikian, permasalahan permohonan talak sudah selesai," kata Muhammad Asy'ary, seusai sidang.

"Dengan diucapkannya ikrar talak ini juga telah lepaslah tali ikatan perkawinan antara klien kami dan Ibu Halimah," katanya melanjutkan.

Sebelumnya, Bambang harus melalui banding di tingkat kasasi sampai akhirnya ikrar talak terucap hari ini. "Sebagaimana kita tahu, dari tingkat awal pengadilan, banding, kasasi, kemudian peninjauan kembali, hari ini telah dilaksanakan," tutur Asy'ary.

Ia menambahkan, "Ini, kan, suatu proses yang harus dilalui. Untuk permohonan talak, kan, harus ke PA. Kalau belum berhasil ada upaya hukumnya, banding, kasasi, dan PK. Kan, semua sudah dilalui, kami ikuti saja prosesnya."

Mengenai harta gono-gini, lanjut Asyari, masih belum diputuskan. "Untuk kita belum dapat kuasa akan hal itu," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau