Sampai Umur 50 Tahun Indra Bekti Tetap Gaul

Kompas.com - 31/03/2011, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masih tampil necis setelah berkeluarga, presenter Indra Bekti justru diprotes oleh beberapa pengikutnya di akun microblogging Twitter miliknya.

"Di Twitter itu pedes, ada yang bilang 'ganti baju lo jangan warna-warni gitu, kan sebentar lagi jadi bapak," cerita Indra saat berbincang dengan Kompas.com di Hotel Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2011). Diprotes seperti itu tak menyurutkan Indra untuk mengubah penampilannya.

"Enggak tahu keinginan itu belum ada karena aku lihat banyak bapak-bapak yang sudah gemuk, rambutnya putih, tapi masih gaul ngikutin fashion-nya anak muda. Aku enggak mau tampilannya tua, kolot, konservatif gitu," ujarnya.

Lagi pula sang istri, Adila Jelita, tak menuntut Indra untuk mengubah penampilannya. "Enggak, malah ini dia yang ngurusin, ternyata seleranya dia tahu apa yang aku inginkan," jelas Indra.

Sampai kapan sih tetap tampil necis? "Ya kita lihat aja nanti, kalau aku sudah umur 50 maunya pakai warna yang gaul gitu," kata Indra.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau