Panglima TNI: Jangan Kaitkan TNI di Kongres dengan GT

Kompas.com - 01/04/2011, 00:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Panglima TNI Lakasama Agus Suhartono tidak ingin penjagaan TNI pada Kongres PSSI di Pekan Baru, Riau, Sabtu (26/3/2011), dikait-kaitkan dengan masuknya Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal George Toisutta (GT) dalam bursa calon ketua umum PSSI.

Menurutnya, kehadiran pasukan TNI itu atas permintaan Polri dan sudah sesuai dengan prosedur pengamanan.

"Saya minta PSSI jangan dikait-kaitkan dengan TNI, tidak ada hubungannya. Namun, bahwa keberadaan anggota TNI diperlukan untuk mengamankan suatu kegiatan, itu benar," papar Agus Suhartono seusai pertemuan ASEAN Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIS) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Menurutnya, hadirnya anggota TNI dalam Kongres PSSI di Riau lalu telah sesuai dengan prosedur dan tidak ada kaitannya dengan salah satu bakal calon ketua PSSI yang berasal dari TNI. "Itu tentu atas permintaan Kepolisian Republik Indonesia, sesuai prosedur yang ditetapkan. Jadi, jangan dikait-kaitkan karena ada salah satu calon itu (George Toisutta)," ucap Agus.

Ia tidak mempermasalahkan jika ada anggotanya yang ingin terjun dalam pembinaan olahraga. Namun, Agus menegaskan bahwa anggota-anggota tersebut jangan sampai meninggalkan tugas pokoknya sebagai prajurit TNI.

"Untuk pembinaan olahraga, semua warga negara diizinkan untuk itu. Saya sebagai Ketua Umum Ski Air Seluruh Indonesia, jadi sama saja dengan PSSI. Namun hal ini dilakukan tentu tanpa mengabaikan tugas pokok yang diberikan kepada personel tersebut," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau