Kasus narkoba

Dokter: Depresi Picu Radang Tenggorokan

Kompas.com - 01/04/2011, 09:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim dokter Rumah Sakit Polri Sukanto, Jakarta Timur, memperkirakan sekitar seminggu lagi hasil pemeriksaan Putri Aryanti Haryowibowo akan keluar sehingga dapat segera langsung ditindaklanjuti.

"Seminggu lagilah. Secara fisik memang sudah tidak bermasalah. Hanya secara kejiwaan memang masih butuh pemeriksaan. Ya, seminggu kurang lebih," kata Kabid Pelayanan Kedokteran Kepolisian Kombes Mas Ibnu Hadjar kepada Kompas.com, Kamis (31/3/2011).

Gangguan tenggorokan yang dialami Putri, kata Ibnu, sudah tidak ada masalah. Hal itu juga berdasarkan laporan dari dokter ahli penyakit dalam kepada Ibnu. Gizi yang diperoleh oleh Putri selama di rumah sakit juga tercukupi.

"Tenggorokannya sudah baik, tapi kejiwaannya yang masih tidak stabil. Pemakai narkoba itu begitu, tampak luar secara fisik baik, tapi kejiwaannya patut diperiksa lagi," kata Ibnu.

Dokter ahli telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr Agus Subagio, mengatakan, stres atau depresi justru mampu menyebabkan gangguan pada tenggorokan. Hal ini dikarenakan saat stres, sistem kekebalan tubuh berkurang sehingga rentan terhadap penyakit. Namun, saat gangguan tersebut sembuh, stres bisa saja masih belum hilang.

"Radang tenggorokan itu salah satu penyebabnya adalah iritasi. Jadi bermacam-macam, tidak hanya karena satu hal saja," ujar Agus kepada Kompas.com, Kamis (31/3/2011).

Iritasi ternyata dapat juga disebabkan oleh makanan pedas, pernapasan melalui mulut saat hidung tersumbat, rokok, alkohol, dan tentu saja obat-obatan terlarang. Waktu penyembuhan dari radang tenggorokan juga tergantung dari penyebab, kedisiplinan pasien, dan daya tahan tubuh.

Hari ini, Jumat (1/4/2011), genap 10 hari Putri Aryanti Haryowibowo terbaring di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Cicit mantan Presiden Soeharto itu dibawa ke RS Polri pada Rabu (23/3/2011) lantaran radang tenggorokan dan depresi. Namun, menurut dokter, kini gangguan tenggorokannya sudah baik, hanya tinggal kejiwaannya yang harus dipantau.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau