Banjir di Medan Setinggi Atap

Kompas.com - 01/04/2011, 11:30 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Sejumlah rumah warga di Kota Medan, Jumat (1/4/2011), terendam hingga mencapai bagian atap. Musibah banjir tersebut diawali turunnya hujan pada Kamis sore hingga malam hari.

Salah satu lokasi yang banjirnya hingga mencapai hingga atap rumah itu terlihat di Gang Alfajar Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun. Siti (19), salah seorang warga Gang Alfajar Kelurahan Sei Mati mengatakan, banjir di daerah itu mulai terjadi Jumat dinihari sejak pukul 02.00 WIB.

Namun hingga pukul 09.00 WIB, genangan air tersebut masih tinggi meski secara umum ketinggian air mulai turun. Pantauan di Gang Alfajar Kelurahan Sei Mati, terlihat sejumlah warga menyelamatkan harta benda sambil mengarungi air yang mencapai batas leher. Genangan air yang cukup tinggi juga terjadi di Jalan TB Simatupang Gang Swadaya, Kecamatan Medan Sunggal yang mencapai atas jendela hingga atap rumah.

Menurut Marzuki (36), warga Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal, genangan air di Gang Swadaya yang mencapai jendela hingga atap rumah itu disebabkan daerah tersebut berada di bagian bawah dan berdekatan langsung dengan sungai.

Sedangkan Gang Abadi yang berada di lokasi lebih tinggi hanya mengalami banjir sekitar satu meter.  Banjir itu mulai menggenangi rumah warga sekitar opukul 03.00 WIB.  "Tapi, tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB sudah mulai turun, mulai tinggal selutut," katanya.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Lingkungan XVIII Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun merendam rumah warga hanya sekitar satu meter. "Agak lumayan, sekitar satu meter," kata Saniah Nasution (55), warga Lingkungan XVIII Kelurahan Kampung Baru.

Menurut catatan, banjir di Kota Medan yang diawali turunnya hujan pada Kamis sore hingga malam hari telah merendam sedikitnya tujuh dari 21 kecamatan di daerah itu. Ketujuh kecamatan itu masing-masing Medan Tuntungan, Medan Selayang, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Petisah, Medan Johor, dan Kecamatan Medan Maimun.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Medan Khairul Buhari mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, banjir di tujuh kecamatan itu disebabkan meluapnya beberapa sungai di Kota Medan. Pihaknya belum menemukan adanya korban jiwa dalam banjir tersebut. "Belum ada laporan soal korban jiwa, sementara kerugian materi masih terus didata," kata Khairul Buhari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau