New zealand challenge 2011

Fransiska Gagal, Putri Indonesia Habis

Kompas.com - 01/04/2011, 14:25 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Fransiska Ratnasari harus menerima kenyataan pahit ketika tampil di babak kedua turnamen bulu tangkis New Zealand Challenge 2011, Jumat (1/4/11). Setelah berjuang selama 1 jam 8 menit, pemain PB Djarum Kudus ini akhirnya menyerah 21-12, 19-21, 19-21 dari pemain China, Zhu Lin.

Kegagalan Fransiska membuat para pemain putri Tanah Air tersapu bersih dari event berhadiah 15.000 dollar AS ini. Pasalnya, dua rekannya dari PB Djarum, Maria Kristin Yulianti dan Ana Rovita, sudah lebih dulu tersingkir. Maria Kristin kalah 19-21, 13-21 dari unggulan kedua asal Taiwan Tai Tzu Yin, sedangkan Ana menyerah 16-21, 17-21 dari pemain Filipina Malvinne Anne Venice Alcala.

Setelah menang dengan cukup mudah pada game pertama, Fransiska kehilangan momen di game kedua. Sempat terjadi kejar-mengejar poin, mantan pemain Pelatnas Cipayung ini tertinggal jauh 14-19. Tetapi, Fransiska sempat menguak harapan ketika mampu meraih lima poin secara beruntun untuk menyamakan skor menjadi 19-19. Sayang, dia tertahan di angka tersebut karena lawan yang menambah dua poin terakhir untuk menang 21-19.

Pada game ketiga yang menjadi penentu, duel berlangsung lebih ketat karena selisih poin mereka tak pernah lebih dari dua. Zhu Lin yang berhasil keluar dari tekanan karena setelah meraih tiga poin secara beruntun, dia balik memimpin 20-18, sebelum menang 21-19.

Di perempat final, Sabtu (2/4/11), Zhu Lin akan berhadapan dengan Tai Tzu Ying, untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau