"California Cheese", Tak Kalah dari Keju Perancis

Kompas.com - 01/04/2011, 16:58 WIB

KOMPAS.com - Jika Anda penggemar pizza, Anda tentu tahu bahwa bahan baku yang berkualitas akan membuat pizza tersebut menjadi lezat. Selain adonan yang segar, serta daging dan sayuran yang dalam kondisi terbaik, keju juga memberikan kontribusi yang penting untuk cita rasa dan penampilan pizza. Untuk itulah California Milk Advisory Board mengunjungi Jakarta untuk memperkenalkan California Cheese yang digunakan untuk bahan baku pizza.

Selama ini keju memang identik dengan Perancis atau Belgia. Padahal, keju California tak kalah mengesankan. Keju buatan California memiliki banyak variasi dan pilihan, begitu pula kelas-kelasnya. Lebih dari 250 varian dan gaya keju yang diproduksi di negara bagian ini, serta sekitar 100 varian bumbu dan aroma. Dengan ragam varian tersebut, pembuat pizza memiliki banyak pilihan untuk membuat topping yang sempurna.

Besarnya produksi keju California yang telah berlangsung sejak 1769 disebabkan negara bagian ini merupakan produsen susu terbesar di Amerika. Empatpuluh persen dari susu sapi California dijadikan bahan baku keju California, sehingga memperoleh sertifikasi dari Real California Cheese sebagai keju alami.

California menyumbang seperempat produksi keju di Amerika, dan mendominasi berbagai kategori penghargaan di tingkat domestik, seperti American Cheese Sociey, dan United States Championship Cheese Competitions. Tak terhitung pula jumlah penghargaan yang telah diraih dalam kompetisi keju internasional (World Cheese Awards).

"Bahkan keju California pernah memenangkan penghargaan internasional, dimana jurinya adalah orang Perancis. Hahaha... saya senang sekali dengan kenyataan itu," ujar Mark Todd, pakar kuliner untuk CMAB untuk program keju pizza, saat media reception di Rinjani Room, Grand Hyatt Jakarta, Kamis (31/3/2011) lalu.

Sebanyak 52,3 persen keju produksi California pada 2008 adalah Mozzarella, jenis keju pizza yang paling umum digunakan. Setelah itu baru Cheddar (17,8 persen), Monterey Jack  (13,8), Hispanic (5,2 persen), Parmesan (2,9 persen), Provolone (3 persen), dan sisanya jenis keju lainnya (5 persen).

Varian keju dikelompokkan menurut kelembabannya, karena tingkat kelembaban dari berbagai keju itulah yang memengaruhi cita rasa, tekstur, dan penampilan pizza. Pengelompokan itu menghasilkan tingkatan-tingkatan kekerasan keju, seperti hard grating, hard, semi-soft, dan soft. Semakin rendah tingkat kelembabannya, semakin padat kejunya.  Semakin padat kejunya, semakin lambat matangnya, semakin selektif cita rasa dan aromanya, serta semakin lama daya tahannya.

Keju hard grating, misalnya, paling rendah kelembabannya, dan dimasak dalam waktu lama untuk mendapatkan kelembaban dan cita rasa yang diinginkan. Kelembaban yang rendah pada keju hard grating dan hard memungkinkan penyimpanan hingga satu tahun atau lebih, sesuai kondisinya. Sedangkan keju semi-soft atau soft memiliki kelembaban tinggi dan lebih mudah rusak.

Jika Anda menggemari keju, Anda bisa mengenali tingkat kelembaban keju ini dari teksturnya. Keju dengan kelembaban tinggi memiliki tekstur yang lebih lembut di lidah daripada keju hard grating. Keju dengan lemak susu yang lebih tinggi juga cenderung lebih lunak, lebih lembut, dan terasa lebih creamy. Sebab, lemak susu dalam keju itu mencair di bawah suhu tubuh. Lemak susu juga memengaruhi rasa di mulut, dengan memberikan rasa yang lembab dan tekstur yang lembut.

Sumber: California Milk Advisory Board

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau