Perempuan Selalu Kuat Menjalani Siklus Hidupnya

Kompas.com - 01/04/2011, 17:31 WIB

KOMPAS.com — Dalam menjalani siklus hidupnya, perempuan memiliki fokus dan orientasi berbeda. Saat masih lajang, fokus perempuan cenderung bertualang mencari pengalaman. Sedangkan begitu menikah, orientasi perempuan lebih mengedepankan keluarga. Ketika perempuan menikah, memiliki anak, tapi akhirnya berpisah atau hidup sendiri tanpa pasangan, posisinya lebih sulit karena ia berperan sebagai pembawa perubahan sekaligus pejuang dan survivor untuk diri dan anaknya. Meski menjalani siklus yang berbeda, perempuan tetap memiliki lima kekuatan dalam dirinya.

Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya menyebutkan perempuan sebagai "WOMEN", yaitu wellbeing, optimis, multitasking, entreprenuer, dan networker. Menjadi "WOMEN" membuat perempuan mampu menjalani berbagai peran dari berbagai siklus kehidupannya. Lima kekuatan ini (WOMEN) didapat dalam diri setiap perempuan dalam berbagai siklus yang berbeda.

MarkPlus & Co melakukan survei bertema "Young, Women and Netizen" di 12 kota di Indonesia melibatkan ribuan responden. Menyangkut soal perempuan, riset ini menunjukkan kebanyakan perempuan merasa khawatir atau selalu memikirkan perihal keluarga, teman, dan lingkungan. Perempuan juga memiliki kuasa dalam pengambilan keputusan di rumah tangga, termasuk dalam belanja. Dengan kata lain, perempuan punya andil besar dalam mengurus rumah tangga, pengelolaan dan penggunaan uang, sekaligus juga memastikan bahwa seluruh anggota keluarganya bisa terjamin dan terpenuhi semua kebutuhannya. Perhatian perempuan yang mendalam terhadap kehidupan keluarga, pertemanan, dan lingkungan inilah, yang membuat perempuan memiliki lima kekuatan atas dirinya.

Hasil riset menunjukkan, saat lajang perempuan cenderung menjadi pemburu pengalaman, senang bertualang, dan fokus pada pencapaian. Ketika menjadi petualang, perempuan lajang menunjukkan kekuatannya sebagai sosok yang optimis dan mengejar kebahagiaan diri. Perempuan lajang juga suka mencari pengalaman berbeda, karenanya mereka cenderung mampu menjadi sosok multitasking. Perempuan lajang juga cenderung mengejar pencapaian diri, karenanya mereka mengandalkan kekuatannya sebagai entrepreneur dan networker.

Sementara bagi perempuan menikah, karakter yang ingin memastikan seluruh keluarganya bahagia mendorong mereka untuk menjadi pengasuh keluarga, memerhatikan setiap detail seluruh kebutuhan keluarganya. Karenanya perempuan menikah, baik bekerja atau tidak, memiliki optimisme yang tinggi dalam menjalani pasang surut kehidupannya. Karakter multitasking yang identik dengan perempuan juga dimiliki perempuan menikah. Perannya sebagai ibu, istri, dan profesional membuatnya selalu menyeimbangkan peran. Perempuan menikah, dengan berbagai kompleksitas perannya, bahkan masih menjadi sumber kekuatan keluarga.

"Perempuan menikah selalu menjadi pendukung bagi keluarganya. Perempuan selalu optimis menyemangati suami dalam kondisi apa pun," jelas Hermawan, saat acara Power Lunch Wanita Wirausaha BNI-Femina beberapa waktu lalu di Jakarta.

Lain lagi bagi perempuan yang menjadi orangtua tunggal. Seperti dikatakan di awal, perempuan memiliki lima kekuatan (WOMEN). Perempuan selalu merasa ingin bahagia, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Perempuan orangtua tunggal, akan selalu berupaya sekuat tenaga untuk membahagiakan diri dan anaknya, karenanya mereka memiliki optimisme tinggi untuk selalu membuat perubahan dalam kehidupannya. Perempuan yang menjadi orangtua tunggal hidup sebagai survivor, di sinilah kekuatan multitasking perempuan mampu membantunya mengatasi setiap persoalan. Single mother juga seorang pejuang kehidupan. Kekuatan perempuan sebagai entrepreneur dan networker membekali single mother untuk memperjuangkan hidupnya sendirian.

"Single parents memiliki fungsi paling sulit dibandingkan perempuan lajang dan menikah, karenanya orangtua tunggal perempuan membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak," jelas Hermawan.

Apa pun kondisi Anda saat ini, yakinilah bahwa perempuan selalu punya lima kekuatan yang takkan melemahkannya. Riset sudah membuktikan, dalam berbagai siklus hidupnya, perempuan terbukti tangguh menjalani setiap perannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau