Pisang Sehatkan Usus Besar

Kompas.com - 02/04/2011, 11:16 WIB

Kompas.com - Apa persamaan pisang dengan jagung, telur, ikan salmon, dan bayam? Sebuah vitamin yang sangat baik bagi usus besar Anda! Vitamin itu adalah B6. Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa dengan asupan vitamin B6 yang cukup setiap hari, maka Anda dapat terhindar dari risiko terkena kanker usus dan dubur.

Dalam sebuah penelitian besar yang mencari kaitan vitamin B6 dengan kesehatan usus besar, mereka yang memiliki asupan vitamin B6 tertinggi dari makanan dan suplemen ternyata memiliki sangat sedikit peluang terkena kanker kolorektal (kanker yang mengenai kolon dan rektum) hingga 20-30%. Dan penelitian ini hanya baru menunjukkan satu dari sekian banyak manfaat vitamin B6. Para peneliti menduga bahwa vitamin B6 berperan dalam memaksimalkan kerja folat dalam tubuh sehingga proses buang air besar menjadi lancar.

Selain usus besar yang sehat, vitamin B6 juga membantu mencegah penyakit parkinson dan depresi. Sebaiknya, konsumsi pisang sebanyak 1½-2 pisang dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin B6 dan folat.

Agar tak bosan dengan mengonsumsi pisang biasa, variasikan pisang dengan beberapa cara berikut ini:

- Jadikan sebagai pengganti selai pada roti gandum. - Campur es krim rendah/bebas lemak rasa cokelat dengan pisang. - Ganti keju dengan pisang sebagai isi cracker beras Anda saat mengudap.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau