Kebakaran di cilacap

Tangki yang Terbakar Hanya Sepertiga

Kompas.com - 02/04/2011, 14:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian sedang melakukan identifikasi kebakaran yang terjadi di Tangki 31 T-2 Kilang Refinery Unit IV Cilacap milik Pertamina pukul 04.55 WIB tadi. Diketahui tangki yang berisi minyak ringan high octane mogas component (HOMC) tersebut hanya memiliki kapasitas terisi 1/3 tangki, yaitu dengan ketinggian 7 meter dari isi tangki yang seharusnya 19 meter.

"Yang terbakar adalah satu kilang berisi HOMC/bahan pembantu pembuatan BBM dengan kapasitas terisi 1/3 kilang (ketinggian 7 meter dari isi kilang 19 meter). Saat ini sedang dilakukan pemadaman. Menurut informasi di tempat kejadian, bahan tersebut dapat padam bila sudah habis," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam melalui pesan singkat.

Menurut Anton, penyebab kebakaran masih ditelusuri pihak kepolisian dan Pertamina. Sejauh ini belum teridentifikasi ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Manager Media Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, masyarakat diminta jangan panik dengan adanya kebakaran tersebut karena Pertamina selalu siaga terhadap berbagai peristiwa yang terjadi seperti kebakaran di Cilacap tersebut.

"Kebakarannya, kan, sudah diamankan oleh regu pemadam kebakaran Pertamina RU IV. Jadi, masyarakat jangan khawatir. Hanya satu tangki yang terbakar dan kami sudah siap jika terjadi peristiwa-peristiwa seperti itu, pemasokan selalu ada dan tetap kami siapkan dari tempat lain, jika nantinya ternyata kebakaran ini memengaruhi ketersediaan minyak," kata Wianda saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (2/4/2011).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau