Penipuan

Karyawan ANTV Mengaku Jadi Korban Selly

Kompas.com - 02/04/2011, 19:26 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Sudah hampir seminggu ini Selly Yustiawati ditahan di Rumah Tahanan Polres Kota Bogor karena kasus penipuan yang dilakukannya pada sejumlah korban. Pada Sabtu (2/4/2011) sore tadi, seorang karyawan An TV, Dharma, melapor ke Polres Kota Bogor sebagai salah satu korban Selly.

"Tahun lalu saya kenal Selly. Kenalnya juga karena waktu itu dia jadi pacarnya teman saya," ungkap Dharma kepada Kompas.com, Sabtu (2/4/2011).

Dharma menuturkan, Selly sama sekali tidak menawarinya bisnis apapun. Selly malah meminjam uang sebesar Rp 4,6 juta untuk menjalankan bisnis barang-barang impor, seperti parfum dan ponsel.

"Katanya buat biaya bea cukai. Mau pinjam ke pacarnya, tapi kata dia pacarnya nggak punya duit sebanyak itu. Ya sudah, saya percaya saja. Saya transfer langsung ke tabungan Selly," ujarnya.

Setelah itu, Selly menghilang begitu saja. Padahal sebelumnya, lanjut Dharma, perempuan tersebut sering mampir ke kantor pacar temannya yang sekantor dengan Dharma, untuk sekadar main atau membawakan makanan. Selly juga sempat menginap di rumah teman Dharma tersebut.

Berdasarkan laporan ini, kini bertambah lagi korban Selly Yustiawati. Sebelumnya, Jumat (1/4/2011), Leni, Yulia, dan Soraya juga datang ke Polres Kota Bogor untuk menjadi saksi kasus penipuan terhadap Vica Prihatin. Vica termakan bujuk rayu Selly yang menawarkan bisnis ponsel murah sehingga harus rela merugi sebesar Rp 10 juta.

Aksi penipuan Selly tidak hanya berhenti di situ. Ia bahkan pernah mengaku sebagai wartawan Kompas dan meminjam uang pada karyawan Kompas. Total kerugian dari aksi penipuannya ditaksir hingga Rp 32 juta.

Akibat ulahnya itu, Selly disangkakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. Selly kini mendekam di Polres Kota Bogor sejak ditangkap di Denpasar, Bali, Senin (28/3/2011) lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau