Kasus penipuan

Tak Ada Cerita soal Keluarga Selly

Kompas.com - 02/04/2011, 21:41 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Setelah enam hari ditahan, tersangka kasus penipuan, Selly Yustiawati, akhirnya dikunjungi teman-temannya semasa sekolah dulu di SMA. Suci, sahabat Selly, menuturkan, Selly sahabat yang baik dan menyenangkan.

"Anaknya baik dan asyik kalau diajak main. Kalau kumpul bareng, dia itu anaknya ceria banget. Pokoknya nyenengin," ungkap Suci kepada Kompas.com ketika ditemui di Kepolisian Resor Kota Bogor, Sabtu (2/4/2011).

Semasa SMA, kata Suci, ia dan Selly berkelompok dengan dua teman perempuan lainnya, yaitu Rida dan Febi. Keempatnya sering main bersama dan cukup dikenal oleh teman-teman SMA Muhammadiyah 18, Jakarta Selatan.

"Ya, ibaratnya dulu kami itu satu geng. Ke mana-mana bareng, ngumpul, nongkrong. Biasanya, yang cowok-cowok juga ikutan. Tapi, biarpun deket aku belum sempet tuh nginep di rumah Selly atau sebaliknya. Dia juga jarang cerita soal keluarga, curhat yang umum-umum saja," ujar Suci.

Suci juga mengaku, Selly paling dekat dengan Febi. Kebetulan rumah keduanya berdekatan. Hari ini, Febi sendiri tidak ikut datang menjenguk karena ada urusan keluarga, sedangkan Rida sedang hamil sehingga sedikit sulit untuk bepergian.

"Dengan Febi mungkin sering cerita karena kebetulan rumah mereka dekat dan sering pulang bareng," ujarnya.

Meskipun bersahabat, kata Suci, ia tidak pernah tahu keberadaan Selly, terutama saat menghilang selama 20 hari dan tidak masuk sekolah hingga akhirnya dikeluarkan. Bahkan, alasan Selly menghilang pun tidak pernah diketahuinya.

"Sedih sudah pasti. Sekian lama enggak ketemu, ketemunya dalam keadaan kayak begini. Prihatin lihat keadaan dia sekarang. Tapi, dia baik kok kondisinya, cuma masih shock saja," kata Suci.

Seperti diberitakan, Selly Yustiawati adalah buronan polisi sejak 2010 atas kasus penipuan. Dia ditangkap oleh Polsek Denpasar Selatan di Denpasar, Bali, Senin (28/3/2011), saat sedang berlibur bersama kekasihnya, Bima Maulana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau