BOGOR, KOMPAS.com — Tidak ada yang menyangka Selly Yustiawati ternyata adalah pelaku kasus penipuan sejumlah korban di beberapa kota. Parasnya yang ayu dan sifatnya yang supel membuat salah seorang teman Selly yang juga mantan Ketua Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) SMA Muhammadiyah 18, Maisal Putra, tidak percaya akan kejadian ini.
"Saya enggak nyangka sama sekali kejadian ini bakal terjadi ke Selly. Dia itu anaknya enggak macam-macam waktu sekolah. Baik dan ramah," ujar Maisal ketika ditemui Kompas.com di Polres Kota Bogor, Sabtu (2/4/2011).
Ia juga mengatakan, sebagai anak pindahan, Selly cepat akrab dengan teman-teman di sekolah. Bahkan, ia juga sempat menjadi pengurus IRM di sekolah sebagai anggota bidang kesenian.
"Saya memang enggak pernah sekelas dengan Selly, tapi kan satu organisasi jadi dekatnya karena organisasi itu. Anaknya aktif dan selalu ikut kalau ada acara," ujar Maisal.
Ia mengaku sangat sedih melihat kondisi temannya saat ini. Harapannya sangat besar bahwa kasus ini akan segera selesai dan tidak ada lagi pengaduan-pengaduan terkait kasus penipuan.
"Apa pun yang terjadi, kami tetap temannya. Jadi yang kami lakukan sekarang adalah terus support Selly biar tetap kuat," tuturnya.
Hal ini juga diamini oleh sahabat Selly yang ikut datang, Suci. Ia mengatakan, saat ini hanya dukungan yang bisa terus dilakukan oleh teman-teman Selly agar kasusnya dapat segera tuntas.
Selly merupakan tersangka kasus penipuan dengan korban Vica Prihatin. Selly menawarkan bisnis ponsel murah kepada Vica sehingga uang sebesar Rp 10 juta lenyap begitu saja.
Aksi penipuan Selly tidak hanya itu, ia bahkan pernah mengaku sebagai wartawan Kompas dan meminjam uang pada karyawan media harian terbesar itu. Total kerugian dari aksi penipuannya hingga Rp 32 juta.
Selly disangkakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman empat tahun penjara. Ia kini mendekam di Polres Kota Bogor sejak ditangkap di Denpasar, Bali, pada hari Senin (28/3/2011).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang