Wisata

Ayo Jelajahi Pulau Onrust!

Kompas.com - 03/04/2011, 09:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pulau Onrust, sebuah pulau kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau ini menyimpan banyak kisah sejarah masa kolonial Belanda.

Karena itu, cocoklah jika pulau ini menjadi tempat untuk berwisata sejarah. Jika Anda berminat tur sejarah di pulau Onrust, Anda bisa ikut program "Mengarungi Sejarah melacak Jejak Kolonial di Teluk Jakarta" yang diselenggarakan Komunitas Historia Indonesia (KHI).

Nantinya, di Pulau Onrust peserta akan menelusuri gedung-gedung tua dan dermaga VOC. Selain itu, peserta juga akan melihat jejak benteng, ruang bawah tanah (reservoir), dan fondasi kincir angin.

Penelusuran tidak hanya ke Pulau Onrust, tapi juga Pulau Kelor dan Pulau Kahyangan/Cipir. Di Pulau Kelor terdapat Benteng Martello dan jejak kuburan Belanda. Sementara di Pulau Kahyangan/Cipir terdapat reruntuhan rumah sakit karantina haji dan penyakit menular.

Ada dua pilihan tanggal yang bisa diikuti peserta, yaitu tanggal 9 atau 10 April 2011. Menurut Asep Kambali pendiri KHI, animo peserta sangat tinggi. Sehingga untuk tanggal 9 April 2011 sudah penuh. Jadi jika Anda berminat ikut, tanggal yang tersedia adalah 10 April 2011.

"Kami sudah melakukan trip ini sembilan kali. Tapi, tahun lalu gak ada. Makanya yang saat ini ramai," kata Asep, Sabtu (2/4/2011). Peserta cukup membayar Rp 125 ribu. Pendaftaran peserta selambatnya tanggal 6 April 2011 melalui SMS 0818.0801.5631.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau