Pemain Sudirman Cup Tak Perlu Diseleksi

Kompas.com - 03/04/2011, 18:37 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Mantan pebulutangkis nasional, Heryanto Arbi, mengatakan PBSI tidak perlu menggelar seleksi untuk menentukan pemain yang masuk tim Indonesia yang diterjunkan pada Piala Sudirman di Qingdao, China, 22-29 Mei 2011.

"Tidak perlu ada seleksi lagi karena kekuatan bulu tangkis kita sudah terlihat dan hanya itu-itu saja. Kalau toh diseleksi, yang muncul sebagai pemenang juga mereka," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Minggu (3/4/11).

Menurut Heryanto, yang dua kali membela Indonesia pada perebutan piala bulu tangkis dunia beregu campuran tersebut, yang masuk tim inti adalah pebulutangkis terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Ia menyebutkan, untuk tunggal putra sudah pasti terdiri dari Taufik Hidayat, Simon Santoso, dan Dionysius Hayom Rumbaka, kemudian untuk ganda putra pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan.

Kalau untuk kelompok putri, kata juara All England dua kali (1993 dan 1994) tersebut, terus terang dirinya tidak terlalu mengikuti tetapi yang penting adalah yang terbaik yang masuk tim Piala Sudirman.

"Demikian juga dengan ganda campuran. Saya kira secara keseluruhan pemain yang masuk tim inti adalah yang terbaik di Tanah Air ini," kata juara dunia bulu tangkis 1995 tersebut.

Ketika ditanya peluang tim Indonesia pada perebutan Piala Sudirman mendatang, adik mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi, yang menjadi pahlawan Piala Thomas 1984 tersebut, mengatakan, melihat prestasi yang dicapai pebulutangkis nasional selama ini, masuk final sudah merupakan hasil terbaik.

"Saya kira kita bisa masuk final saja sudah merupakan hasil yang terbaik apalagi kita bermain di kandang macan. Tetapi dalam pertandingan nomor beregu semuanya masih bisa terjadi," katanya.

Indonesia menempati unggulan ketiga pada Piala Sudirman di China mendatang karena memiliki pebulu -tangkis yang nilainya cukup tinggi, seperti Taufik Hidayat, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, pasangan Meliana Jauhari/Greysia Polii.

Selama Piala Sudirman ini digulirkan, Indonesia baru sekali juara ketika pertama kali event itu digelar, sedangkan China sudah tujuh kali, disusul Korea Selatan sebanyak empat kali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau