Bencana banjir

Banjir Thailand Akibat Perubahan Iklim

Kompas.com - 03/04/2011, 22:01 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Perubahan iklim global dipastikan menjadi penyebab banjir yang tidak pernah terjadi sebelumnya di wilayah selatan Thailand.

Dengan menjadi pakar terhadap isu lingkungan dan iklim, Sangchan Limjirakan bertindak sebagai seorang wakil kepala delegasi Thailand yang menghadiri seminar Konvensi Kerangka PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) yang akan diselenggarakan di Bangkok pada 3-8 April.

Wakil kepala perunding itu menjamin, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Thailand selatan sejak 23 Maret itu disebabkan oleh krisis iklim.

"Anda tahu saat ini di selatan Thailand sekitar satu juta orang terkena dampak bencana alam. Saya perkirakan sekitar 500.000 keluarga. Kami perkirakan bencana itu akibat dari perubahan iklim. Bencana terkait iklim itu tidak pernah terjadi sebelumnya di Thailand," kata Wakil Kepala Perunding Thailand untuk UNFCCC, Sangchan Limjirakan, Minggu (3/4/2011).

Sangchan mengungkapkan, tentang curah hujan yang luar biasa tinggi tercatat di selatan Thailand selama empat bulan terakhir.

"Hanya dalam empat bulan, jumlah curah hujan keseluruhan di Thailand selatan melebihi 2.200 milimeter per tahun, dibandingkan dengan angka 2.700 milimeter selama tahun lalu, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak lazim. Hal itu tentunya merupakan bencana yang terkait dengan perubahan iklim," katanya.

"Itu kami sebut sebagai variabilitas iklim. Tidak ada orang yang mengetahuinya secara pasti," tambahnya.

Ketika ditanyakan apakah pemerintah Thailand telah menerapkan langkah pencegahan atau mengenalkan sistem peringatan yang efektif guna mencegah timbulnya korban serta kerusakan harta benda, Sangchan mengatakan telah ada sebuah sistem peringatan segera, yang diterapkan di lokasi tersebut.

Ia menegaskan kembali kekhawatiran pemerintah Thailand tentang perubahan iklim dan bagaimana pemerintah mengharapkan keputusan politik dari seluruh negara yang terlibat.

"Pemerintah Thailand sangat perhatian. Ketika delegasi datang ke UNFCCC di Bangkok, kami harap pada akhirnya kami akan mendapatkan solusi dalam hal keputusan politik seperti halnya implementasi yang berkaitan dengan perubahan iklim," kata Sangchan.

Pada Minggu, Departemen Mitigasi dan Pencegahan Bencana melaporkan sejumlah 41 orang di wilayah Thailand selatan dikonfirmasi tewas akibat banjir kilat dan tanah longsor yang terjadi pada 23 Maret-2 April.

Sepuluh provinsi yang dilanda banjir bandang tersebut meliputi Nakhon Si Thammarat, Phatthalung, Surat Thani, Trang, Chumphon, Songkhla, Krabi dan Phangnga, Satun serta Narathiwat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau