MATARAM, KOMPAS.com — Penyambutan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum di depan Bandara Selaparang, Mataram, Minggu (3/4/2011), dinodai ulah belasan orang kader dan simpatisan Partai Demokrat wilayah NTB dengan membakar bendera Partai Demokrat.
Aksi bakar bendera partai yang dikoordinasi Lalu Saparuddin Ali (fungsionaris DPC Partai Demokrat Lombok Tengah) itu digelar saat rombongan DPP Partai Demokrat keluar dari Bandara Selaparang, Mataram, menggunakan beberapa mobil dan melintasi Jalan Udayana, hendak menuju lokasi Musyawarah Daerah (Musda) II Partai Demokrat NTB.
Selain Anas, dalam rombongan itu ada Sekjen DPP Partai Demokrat Eddhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), yang juga putra Presiden SBY.
Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi juga ada dalam rombongan itu karena ikut menjemput rombongan DPP Partai Demokrat itu bersama Ketua DPD Partai Demokrat NTB Lalu Abdul Halik Iskandar alias Mamiq Alek.
Anas dan pengurus DPP Partai Demokrat lainnya menggunakan mobil Toyota Alphard, sementara Ibas semobil dengan Zainul Majdi di Honda Accord.
Dalam aksinya itu, belasan kader dan simpatisan Partai Demokrat NTB yang menamakan diri Koalisi Kader dan Simpatisan Partai Demokrat (KKSPD) itu juga membawa spanduk berisi sejumlah pernyataan sikap.
Pernyataan sikap itu, yakni menolak TGH M Zainul Majdi sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB, mengutuk sikap oknum DPP Partai Demokrat yang mengatasnamakan instruksi Partai Demokrat untuk mendukung Zainul Madji.
Selain itu, mereka meminta Dewan Kehormatan (DK) DPP Partai Demokrat untuk menindak Ahmad Mubarak, Sadewa, dan Abdurrahman atas indikasi menerima suap sehingga mendukung calon dari luar partai.
KKSPD juga mendesak TGH M Zainul Madji agar lebih fokus memimpin Provinsi NTB dan menyelesaikan berbagai permasalahan, seperti tingkat kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat yang masih rendah.
Saat berpidato pada pembukaan Musda II Partai Demokrat NTB Lalu Abdul Halik Iskandar alias Mamiq Alek menyinggung demo penolakan Zainul Majdi, disertai pembakaran bendera partai Demokrat itu.
"Tadi ada demo, sebenarnya tak ada penolakan, kami terima siapa pun yang hendak bergabung dengan Partai Demokrat," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dalam kesempatan yang sama, juga menyinggung demo itu, tetapi ia tidak mempersoalkannya.
"Tadi Mamiq Alek lihat demo itu, tapi itu tidak apa-apa, itu bagian dari demokrasi," ujarnya di hadapan seratusan peserta Musda II Partai Demokrat NTB dan tamu undangan lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang