NEGARA, KOMPAS.com — Ketut Sudiartono (25), warga Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, meninggal karena terserang demam berdarah (DB).
I Made Darmikaputra, saudara korban, yang ditemui di Negara, Minggu (3/4/2011), menjelaskan, sebelumnya Sudiartono mengeluh sudah hampir satu bulan sakit panas.
"Ia selama ini bekerja di Denpasar. Karena terus merasa badannya panas, akhirnya ia pulang ke Jembrana," katanya.
Di rumah, oleh keluarganya ia sempat dibawa berobat ke dokter dan dikatakan hanya sakit panas biasa. Karena kondisinya makin buruk, Sudiartono lantas dibawa ke RSU Negara sekitar pertengahan Maret lalu.
Dari pemeriksaan laboratorium diketahui Sudiartono terserang demam berdarah. Setelah di RSU selama tiga hari, kondisinya membaik dan diperbolehkan untuk pulang.
Beberapa hari setelah pulang dari RSU, kondisi Sudiartono memang memperlihatkan tanda-tanda akan sembuh. Namun, belakangan, ia sakit lagi dan dibawa ke RS Dharma Sentana dan dirawat sejak 30 maret hingga 1 April.
Di rumah sakit swasta ini, darah Sudiartono kembali dicek dan dinyatakan positif kena DB. Bahkan, diketahui sudah terjadi pembengkakan hati, dengan trombosit darah yang sangat rendah.
Karena bertambah parah, Sudiartono kembali dirujuk ke RSU Negara. Di rumah sakit itu, korban kembali cek darah dan dinyatakan positif terserang DB.
Saat masuk ke RSU ini mulai muncul bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuhnya dan panas yang sangat tinggi. Beberapa hari dirawat, pada Sabtu Sudiartono akhirnya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan dan Kesos Jembrana dr Putu Suasta, MKes saat dikonfirmasi mengaku, dirinya belum tahu kalau ada warga yang meninggal karena DB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang