Demam berdarah

Demam Berdarah Tewaskan Pria Muda

Kompas.com - 03/04/2011, 22:13 WIB

NEGARA, KOMPAS.com — Ketut Sudiartono (25), warga Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, meninggal karena terserang demam berdarah (DB).

I Made Darmikaputra, saudara korban, yang ditemui di Negara, Minggu (3/4/2011), menjelaskan, sebelumnya Sudiartono mengeluh sudah hampir satu bulan sakit panas.

"Ia selama ini bekerja di Denpasar. Karena terus merasa badannya panas, akhirnya ia pulang ke Jembrana," katanya.

Di rumah, oleh keluarganya ia sempat dibawa berobat ke dokter dan dikatakan hanya sakit panas biasa. Karena kondisinya makin buruk, Sudiartono lantas dibawa ke RSU Negara sekitar pertengahan Maret lalu.

Dari pemeriksaan laboratorium diketahui Sudiartono terserang demam berdarah. Setelah di RSU selama tiga hari, kondisinya membaik dan diperbolehkan untuk pulang.

Beberapa hari setelah pulang dari RSU, kondisi Sudiartono memang memperlihatkan tanda-tanda akan sembuh. Namun, belakangan, ia sakit lagi dan dibawa ke RS Dharma Sentana dan dirawat sejak 30 maret hingga 1 April.

Di rumah sakit swasta ini, darah Sudiartono kembali dicek dan dinyatakan positif kena DB. Bahkan, diketahui sudah terjadi pembengkakan hati, dengan trombosit darah yang sangat rendah.

Karena bertambah parah, Sudiartono kembali dirujuk ke RSU Negara. Di rumah sakit itu, korban kembali cek darah dan dinyatakan positif terserang DB.

Saat masuk ke RSU ini mulai muncul bintik-bintik merah di beberapa bagian tubuhnya dan panas yang sangat tinggi. Beberapa hari dirawat, pada Sabtu Sudiartono akhirnya meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan dan Kesos Jembrana dr Putu Suasta, MKes saat dikonfirmasi mengaku, dirinya belum tahu kalau ada warga yang meninggal karena DB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau