Flu burung

Flu Burung, 235 Unggas Dimusnahkan

Kompas.com - 03/04/2011, 22:38 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Sebanyak 235 ekor unggas yang terinfeksi virus H5N1 telah dimusnakan Pemerintah Kota Gorontalo.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Gorontalo Rustam Rahman, Minggu (3/4/2011), mengatakan, pemusnahan merupakan tindak lanjut dari penemuan warga yang unggasnya mati mendadak.

"Kami mendapat laporan warga ada unggas yang mati mendadak. Setelah di periksa, unggas tersebut positif terinfeksi virus H5N1," ujar Rustam.

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya langsung menuju lokasi yang berada di Jalab Palma dan Jalan Delima, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo.

Selanjutnya pihaknya dibantu dengan Satuan Polisi Pamong Praja langsung melakukan penangkapan terhadap unggas yang ada di radius 100 meter dari lokasi tempat ditemukannya unggas yang mati mendadak.

"Untuk unggas yang lokasinya berada di radius 200-300 meter kami kandangkan untuk di berikan vaksin," kata Rustam.

Sebelumnya para warga yang unggasnya di tangkap menolak untuk di musnakan, bahkan begitu mengetahui pemusnahan unggas, warga langsung membawa kabur unggasnya.

Namun, setelah diberikan sosialisasi oleh Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea, yang pada saat itu langsung meninjau lokasi tersebut, para warga langsung menyerahkan unggasnya.

Warga juga diberikan ganti rugi, setiap ekor untuk unggas dewasa diganti Rp 15.000.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau