Pencurian

Jembatan Kapuas II Aman Dilewati

Kompas.com - 03/04/2011, 22:58 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan, Jembatan Kapuas II di Kabupaten Kubu Raya aman dilalui meski pada Sabtu (2/4/2011) besi untuk ikatan angin yang berada di bagian atas sempat terlepas.

"Yang lepas bagian ikatan angin, jadi tidak pengaruh," kata Jakius saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (3/4/2011).

Ia mengaku sudah meminta penjelasan dari Kepala Bidang Bina Marga untuk mengetahui peristiwa tersebut.

Untuk memastikan penyebabnya, akan dibentuk tim khusus. "Tim akan segera diturunkan, nanti mereka yang akan cek lapangan," katanya.

Jakius melanjutkan, hingga kini pihaknya belum berani memastikan penyebab terjadinya peristiwa itu, termasuk kemungkinan hilangnya baut penahan besi karena dicuri.

Namun, ia sudah meminta agar Kepala Satuan Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan segera memperbaikinya.

Ikatan angin dalam jembatan merupakan rangkaian profil baja yang digunakan untuk menahan beban lateral akibat beban angin pada jembatan. Ikatan angin dipasang di bagian bawah dan atas jembatan tersebut.

Pada Oktober 2008, Pemerintah Provinsi Kalbar dikagetkan dengan hilangnya 1.250 baut yang terpasang di Jembatan Kapuas II, Pontianak. Jembatan itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 dengan total biaya Rp 178 miliar.

Warga Kota Pontianak sangat menyesalkan perbuatan oknum tidak bertanggung jawab yang telah mencuri beberapa baut di tiang penyangga atas Jembatan Kapuas II.

Maya (37), salah seorang pengguna Jembatan Kapuas II, Pontianak, Sabtu, mengaku khawatir saat melewati jembatan itu karena ada beberapa tiang penyangga atas jembatan tersebut yang terjuntai karena bautnya dicuri.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi Siswo Wibowo menyatakan akan melakukan pengecekan dulu di lapangan, apakah benar tiang penyangga Jembatan Kapuas II telah dicuri.

"Kalau memang benar, kami akan lakukan penyelidikan apa motif pencurian tersebut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau