PONTIANAK, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Jakius Sinyor mengatakan, Jembatan Kapuas II di Kabupaten Kubu Raya aman dilalui meski pada Sabtu (2/4/2011) besi untuk ikatan angin yang berada di bagian atas sempat terlepas.
"Yang lepas bagian ikatan angin, jadi tidak pengaruh," kata Jakius saat dihubungi dari Pontianak, Minggu (3/4/2011).
Ia mengaku sudah meminta penjelasan dari Kepala Bidang Bina Marga untuk mengetahui peristiwa tersebut.
Untuk memastikan penyebabnya, akan dibentuk tim khusus. "Tim akan segera diturunkan, nanti mereka yang akan cek lapangan," katanya.
Jakius melanjutkan, hingga kini pihaknya belum berani memastikan penyebab terjadinya peristiwa itu, termasuk kemungkinan hilangnya baut penahan besi karena dicuri.
Namun, ia sudah meminta agar Kepala Satuan Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan segera memperbaikinya.
Ikatan angin dalam jembatan merupakan rangkaian profil baja yang digunakan untuk menahan beban lateral akibat beban angin pada jembatan. Ikatan angin dipasang di bagian bawah dan atas jembatan tersebut.
Pada Oktober 2008, Pemerintah Provinsi Kalbar dikagetkan dengan hilangnya 1.250 baut yang terpasang di Jembatan Kapuas II, Pontianak. Jembatan itu diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 dengan total biaya Rp 178 miliar.
Warga Kota Pontianak sangat menyesalkan perbuatan oknum tidak bertanggung jawab yang telah mencuri beberapa baut di tiang penyangga atas Jembatan Kapuas II.
Maya (37), salah seorang pengguna Jembatan Kapuas II, Pontianak, Sabtu, mengaku khawatir saat melewati jembatan itu karena ada beberapa tiang penyangga atas jembatan tersebut yang terjuntai karena bautnya dicuri.
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar Suhadi Siswo Wibowo menyatakan akan melakukan pengecekan dulu di lapangan, apakah benar tiang penyangga Jembatan Kapuas II telah dicuri.
"Kalau memang benar, kami akan lakukan penyelidikan apa motif pencurian tersebut," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang