Kebakaran kilang

Heli Belum Digunakan, Tangki Dilokalisasi

Kompas.com - 04/04/2011, 02:54 WIB

Cilacap, Kompas - Tujuh helikopter yang disiagakan untuk membantu memadamkan tiga tangki yang terbakar di kilang minyak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, belum bisa bekerja karena sulitnya medan dan tingginya risiko.

Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan dengan menyemprotkan air bercampur busa peredam api (foam) ke tangki 31T-7 dan melokalisasi tangki 32T-104 yang berdekatan dengan tangki yang masih menyala itu. Tangki 32T-104 dilokalisasi dengan cara disemprot air sehingga membentuk tirai air untuk menstabilkan suhu pada tangki tersebut.

Rencana penyemprotan busa cair lewat udara dengan tujuh helikopter—terdiri dari 4 heli Pertamina, 2 heli TNI Angkatan Udara, dan 1 heli Kepolisian Daerah Jawa Tengah—hingga Minggu malam belum bisa dilakukan karena keterbatasan alat dan kondisi lokasi yang sangat rawan.

”Selang di heli hanya pendek, sedangkan untuk mendekat ke lokasi titik api sangat rawan karena banyak pipa aktif. Alternatif paling memungkinkan adalah dengan melemparkan bom busa cair ke badan-badan tangki. Tapi, butuh perhitungan cermat,” kata Istiawan, pilot helikopter dari Kepolisian Daerah Jateng.

Pengguyuran air bercampur busa sudah mencapai 78 ton atau 350 drum. ”Busa sudah dikerahkan dari semua tempat, termasuk dari Yogyakarta dan Balongan. Total yang dimobilisasi 78 ton. Akan lebih efektif jika diguyurkan ke bagian atas tangki,” ujar Direktur Pengolahan Pertamina Edi Setianto di Pusat Krisis Cilacap, Minggu (3/4), saat melaporkan perkembangan terakhir kebakaran tangki di Unit Kilang (Refinery Unit) IV Cilacap kepada Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan.

Karen menambahkan, pihaknya belum mengetahui penyebab utama kebakaran yang terjadi pada Sabtu dini hari itu. Pihaknya lebih mendahulukan pemadaman api yang sudah merembet dari tangki 31T-2 dan 31T-3 ke tangki 31T-7.

Dia menjelaskan, produksi bahan bakar minyak dari Kilang Cilacap terus berlanjut dan tidak terganggu oleh kebakaran tersebut. Stok premium untuk 33 hari dan solar untuk 40 hari ke depan di Jateng sudah tersedia. Pertamina juga menyiapkan tambahan 400.000 liter premium untuk pasokan Jateng.

Hatta Rajasa mengatakan, kedatangannya ke Cilacap untuk memastikan koordinasi pemadaman kebakaran berjalan baik. Ia menegaskan, kebakaran itu tidak akan mengganggu pasokan premium nasional.

(GRE/OIN/EKI/SON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau