Dugaan terorisme

Ba'asyir Tak Tahu-menahu Perampokan CIMB

Kompas.com - 04/04/2011, 14:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus dugaan terorisme Abu Bakar Ba'asyir mengaku tak tahu-menahu perihal pelatihan militer di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, termasuk dua perampokan di Medan, Sumatera Utara, yakni perampokan Bank CIMB Niaga dan Warnet Newnet.

"Saya tidak tahu-menahu perihal kegiatan yang diceritakan," ucap Ba'asyir seusai mendengarkan keterangan saksi-saksi di sidang atas dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (4/4/2011).

Selama saksi memberi keterangan, Ba'asyir memilih walk out dari ruang sidang. Pernyataan Ba'asyir itu menanggapi kesaksian tiga terdakwa teroris, yakni Pamriyanto alias Suryo Saputro, Anton Sujarwo, dan Beben. Ketiganya mengaku pernah ikut pelatihan militer di Aceh bersama sekitar 30 perserta lain. Pelatihan yang mereka terima, di antaranya, bongkar pasang senjata api, menembak, dan latihan fisik.

Pamriyanto dan Beben mengaku ikut merampok Warnet Newnet dan Bank CIMB Niaga setelah pelatihan bubar pasca-kontak senjata dengan kepolisian. Saat merampok warnet pada 6 Agustus 2010, mereka mengaku hanya mendapat satu telepon seluler. Saat itu, Pamriyanto memukul kepala pemilik warnet dengan linggis ketika hendak melawan.

Dua minggu kemudian, keduanya bergabung dengan kelompok yang berbeda pimpinan Taufik untuk merampok bank. Saat itu, satu anggota tewas tertembak dan dua petugas satpam bank terluka. Mereka berhasil membawa uang sebesar Rp 340 juta. Pamriyanto dan Beben mengaku mendapat masing-masing Rp 10 juta.

Seperti diberitakan, saksi-saksi sebelumnya menyebut Ba'asyir mendanai kegiatan pelatihan militer.Dana diberikan langsung oleh Ba'asyir atau diminta Ba'asyir ke sejumlah pihak. Ba'asyir juga pernah melihat rekaman pelatihan militer dan menunjukkan rekaman kepada donatur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau