JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana penerapan sistem lawan arah dengan arus lalu lintas (contraflow) bagi bus transjakarta sudah lama direncanakan di jalur-jalur busway, tetapi hingga kini belum dapat direalisasikan. Sistem contraflow itu diyakini bisa lebih efektif mensterilkan jalur busway dari kendaraan-kendaraan lain.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Royke Lumowa menilai dari semua koridor yang ada, Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan X (Cililitan-Tanjung Priok)-lah yang paling cocok menerapkan sistem contraflow. "Memang tidak bisa langsung 'brek' harus dijalankan, perlu dikaji dulu. Tapi yang paling bisa Koridor IX dan X," ujar Royke, Senin (4/4/2011), di Balaikota, Jakarta.
Menurutnya, rencana sistem contraflow bus transjakarta sangatlah memungkinkan dan tidak membahayakan. "Tidak (bahaya), yang penting kita harus yakin dulu. Ini memungkinkan dilakukan di Jakarta yang traffic-nya padat, tapi tidak bisa langsung dilaksanakan harus dikaji dulu," ujarnya.
Ia pun mengatakan contraflow dapat semakin mengefektifkan sterilisasi jalur busway sehingga headway bus transjakarta bisa terjaga dan penumpukan penumpang di tiap halte bisa diminimalkan.
Sterilisasi busway yang diterpakan saat ini diakuinya juga masih belum efektif membersihkan busway dari kendaraan lain. "Untuk itu, yang kita butuhkan adalah sistem. Sterilisasi saja tidak cukup. Kalau dengan sistem (contraflow) akan sudah otomatis berubah," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono memaparkan, untuk menerapkan contraflow, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni sarana dan prasarana serta kebiasaan warga. "Untuk sarana dan prasarana, kami mengubah geometrik persimpangan jalan, mengubah putaran-putaran lalu lintas," ucap Pristono.
Selain itu, bus-bus pun perlu dibiasakan untuk berjalan di sebelah kanan halte. "Kebiasaan orang menyeberang di jalan juga harus diubah. Kalau dia satu arah, kan, melihatnya ke arah satu saja. Dengan adanya contraflow, dia harus mengubah kebiasaan," ujarnya.
Pristono beralasan belum direalisasikannya rencana contraflow lantaran rencana penerapan sistem itu masih belum matang hingga kini. Apabila dipaksakan tetap dilaksanakan, justru akan membahayakan pengguna jalan. "Semuanya harus benar-benar matang, baru kita terapkan. Kalau setengah-setengah itu bahaya," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang