Dua kebakaran di Jakarta Utara disebabkan korsleting listrik. Kebakaran pertama meludeskan 50 rumah semipermanen yang dibangun di pinggir rel, Kampung Bandan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, sekitar pukul 05.30. Dalam waktu dua jam kebakaran di permukiman tersebut dapat dikendalikan.
Menurut Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara Nurdin Silalahi, kebakaran itu sempat mengganggu perjalanan dua kereta dari arah Rangkasbitung dan Bekasi.
”Kedua kereta itu terpaksa kami hentikan sementara untuk memudahkan pemadaman. Setelah api padam, kereta itu pun langsung melanjutkan perjalanan,” katanya.
Kebakaran kedua melalap 200 gubuk liar di Kampung Baru, kawasan Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Kebakaran ini terjadi pada pukul 13.00. Pada saat yang sama, kebakaran terjadi di Jakarta Barat yang meludeskan 20 lapak pemulung di atas lahan seluas 200 meter persegi di Jalan Pos Pengumben Lama, RT 004 RW 05, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk.
Kebakaran di Kampung Bandan dan Kampung Baru juga disebabkan oleh korsleting listrik. Korsleting listrik merupakan penyebab utama kebakaran yang terjadi di Jakarta Utara.
Dugaan korsleting tersebut bisa dilihat dari adanya penggunaan jaringan listrik yang serampangan. Satu jaringan listrik di Kampung Bandan, misalnya, digunakan untuk tiga sampai lima rumah.
Bahkan, di Kampung Baru yang sebagian besar dihuni nelayan, ditemukan satu jaringan listrik yang digunakan untuk menerangi lebih dari 250 gubuk, termasuk gubuk yang ludes terbakar.
Menurut seorang warga, Ciung (35), setiap rumah dapat langsung menyalurkan listrik dari jaringan utama melalui koordinator listrik di kampung itu. Setiap rumah kemudian dibebani iuran listrik Rp 40.000 per bulan. Iuran sebesar ini hanya untuk penerangan. ”Kalau pakai televisi atau kulkas, dikenai biaya tambahan lagi dari Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per unit,” katanya.
Kebakaran yang melalap 20 lapak tempat pengepulan barang pemulung di Jalan Pos Pengumben Lama disebabkan oleh api yang muncul dari tumpukan sampah plastik.
Menurut Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Endang Choirudin, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya api di tumpukan sampah plastik itu.
”Kemungkinan api itu muncul karena panas dari dalam tumpukan plastik yang kemudian menimbulkan api,” katanya.