Kebakaran kilang pertamina

Api Berkobar Lagi di Kilang Cilacap

Kompas.com - 05/04/2011, 12:52 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Api di tangki 31 T-7 di kilang minyak PT Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, kembali berkobar Selasa (5/4/2011) siang. Padahal, api tersebut telah berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.35.

"Pukul 12.05 WIB, pertempuran melawan kobaran api di tangki 31 T-7 belum berakhir. Proses pemadaman dan pendinginan terhadap tangki 31 T-7 terus dilakukan, termasuk terhadap kobaran api yang kembali menjalar pada sekitar pukul 12.00 WIB," ungkap Mochamad Harun, VP Corporate Communication PT Pertamina, di Jakarta, Selasa.

Menurut Harun, berkobarnya kembali api diduga disebabkan angin yang cukup besar yang membuat fluida panas yang tersisa di dalam tangki 31 T-7 memecah foam yang sudah menutupi permukaan fluida. "Karena minyak di dalam tangki masih cukup panas, maka foam yang ditembakkan ke dalam meletus," jelasnya.

Pada saat yang bersamaan, Pertamina juga terus melakukan proteksi dan pendinginan terhadap tangki 32 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7. Harun juga mengatakan petugas akan kembali menembakkan foam ke arah tangki 31 T-7. "Sekarang kita punya persediaan foam 70 ton, jadi enggak masalah kita akan tembakkan lagi foam," kata dia.

Tangki 31 T-7 merupakan tangki terakhir yang berhasil dipadamkan, setelah sebelumnya tangki 31 T-2 dan 31 T-3 telah dipadamkan pada Minggu (3/4/2011). Pemadaman ini dibantu dengan menggunakan Terminator Canon Foam yang mampu menyemprotkan campuran foam dan air dengan daya lontar hingga 3.500 galon per menit.

Butuh foam sekitar 24 ton per jam dan suplai air dari 2 jalur pipa. Pasokan foam terus ditambah dengan mendatangkan stok dari beberapa daerah, termasuk dari Jakarta sebanyak 25 ton.

Pada saat yang bersamaan, proses proteksi dan pendinginan di tangki 31 T-104 yang berdekatan dengan tangki 31 T-7 juga terus dilakukan untuk menjaga suhu tangki tersebut di bawah 50 derajat celcius.

Sementara kedua tangki yang terbakar lainnya, yaitu tangki 31 T-2 dan 31 T-3 sudah dinyatakan padam sejak Minggu (3/4/2011) lalu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau