Flu burung

Wabah Flu Burung, Wilayah Bone Diisolasi

Kompas.com - 05/04/2011, 15:52 WIB

GORONTALO, KOMPAS.com — Wabah flu burung yang sudah mulai merebak di Kabupaten Gorontalo serta Kota Gorontalo membuat Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengisolasi daerahnya untuk mencegah penyebaran virus H5N1 tersebut di wilayahnya.

Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Bone Bolango, Hamim Pou, mengatakan, flu burung yang sudah merebak di beberapa wilayah Provinsi Gorontalo membuat pihaknya semakin waspada.

Meski belum ditemukan kasus flu burung telah terjadi di daerah itu, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango telah melakukan berbagai upaya pencegahan.

"Kami akan berusaha agar di daerah ini aman dari flu burung," Ujar Hamim, Selasa (5/4/2011).

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan mengisolasi wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Dalam proses isolasi tersebut, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Bone Bolango secara intens telah berjaga-jaga di setiap pintu masuk atau wilayah perbatasan.

"Mereka melakukan pemerikasaan terhadap unggas yang hendak dibawa masuk oleh warga ke daerah ini," Kata Hamim.

Dia berharap seluruh masyarakat Kabupaten Bone Bolango bisa memaklumi kebijakan pemerintah daerah tersebut demi keamanan bersama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau