JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi secara resmi mengumumkan pengunduran diri Budi Indianto dari jabatan Deputi Operasi BP Migas. Pengunduran diri itu dilatarbelakangi rasa tanggung jawab dari Budi terhadap produksi yang belum menunjukkan peningkatan atau jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.
Target produksi minyak tahun 2011 yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran dan Pendapatan Nasional sebesar 970.000 barrel minyak per hari. Namun hingga saat ini rata-rata produksi minyak baru mencapai 908.000 barrel per hari.
"Surat pengunduran resmi baru kami terima hari ini dan telah kami teruskan kepada Menteri ESDM, mengingat yang mengangkat para deputi di BP Migas adalah Menteri maka surat pengunduran diri pun harus disampaikan kepada beliau," kata Kepala BP Migas R Priyono, dalam siaran pers, Selasa (5/4/2011), di Jakarta.
Belum tercapainya target produksi ini lantaran beberapa faktor diantaranya penghentian produksi yang tidak direncanakan atau unplanned shutdown yang merupakan bagian dari bidang yang dikendalikan Deputi Operasi BP Migas.
"Salah satu upaya untuk menjaga tingkat produksi adalah dengan meminimalisir unplanned shutdown, di samping faktor-faktor lain seperti aspek subsurface, eksekusi kegiatan pengeboran dan proyek pengembangan yang tepat waktu, serta tidak mendapat kendala dari faktor-faktor yang di luar kendali BP Migas," kata dia.
Sejauh ini penggantian posisi Deputi Operasi masih belum ditetapkan namun pelaksana harian Deputi Operasi untuk sementara akan diambil alih langsung oleh Priyono. Meski demikian, Budi Indianto diharapkan masih tetap berada di lingkungan BP Migas mengingat keahlian dan pengalaman yang dimilikinya masih sangat dibutuhkan.
"Atas nama pribadi dan BP Migas, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Budi Indianto atas jasa, kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama ini," kata Priyono menambahkan. (*)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang