JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai mendengarkan pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengingatkan Pemprov untuk terus memantau perkembangan proyek mass rapid transit (MRT).
Pasalnya, kalau sampai molor, bisa berimbas pada sektor ekonomi lantaran Jakarta semakin macet. "Pembangunan MRT ini haus terus dimonitor agar pengerjaannya sesuai dengan jadwal, pada 2016. Kalau tidak, efeknya berpengaruh pada kondisi Jakarta, terutama kemacetan yang akhirnya berimbas pada bidang ekonomi," ungkap Wakil Ketua DPRD DKI, Triwisaksana, Selasa (5/4/2011) di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya, MRT berpotensi mengurai kemacetan Jakarta karena dalam sehari saja moda transportasi ini bisa mengangkut sekitar 1 juta penumpang. Oleh karena itu, agar pengerjaan pembangunan transportasi di Jakarta ini sesuai jadwal, DPRD DKI meminta Pemprov untuk intensif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Selain itu, optimalisasi kereta rel listrik (KRL) juga perlu dilakukan. Hingga kini, jumlah penumpang KRL mencapai 600.000 orang.
Sementara jika dioptimalkan, Triwisaksana yakin penumpangnya bisa lebih banyak lagi, yaitu akan mencapai 3 juta orang per hari. "KRL itu akan jadi primadona transportasi. Perbaikan dan peningkatan layanan transportasi publik berbasis rel harus menjadi perhatian utama," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang