Jakarta, Kompas -
”Padahal, rencana pelaksanaan pelatnas (pemusatan latihan nasional) untuk SEA Games XXVI/2011 itu sudah kami ajukan sejak Oktober 2010, ketika untuk pertama kali kami menggelar pelatnas,” tutur Kusumo A Martoredjo, Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Beladiri Kempo Indonesia (PB Perkemi), Selasa (5/4).
Kusumo ditemui di sela-sela rapat persiapan Penataran Wasit Juri SEA Games XXVI/2011 yang akan berlangsung di Hotel Century, 7-10 April ini. Ikut mendampingi, Ruddy Budi Manoppo serta Iskandar Zulkarnain, yakni Sekjen dan Bendahara Perkemi.
Padahal, tambah Manoppo, ”Kami sudah mengikuti petunjuk dari Prima dan KONI dalam pelaksanaan pelatnas. Yakni, dengan jumlah atlet 200 persen.”
”Karena kami belum mendapatkan dana pelaksanaan pelatnas dari Kantor Menpora yang harusnya disalurkan melalui Prima, kami dengan terpaksa memulangkan ke-60 kensi yang dipersiapkan untuk turun di SEA Games,” ujarnya.
Dengan memulangkan mereka ke daerah masing-masing, bukan berarti mereka tidak berlatih. ”Modul latihan yang diberikan kepada setiap kensi kami kirim kepada masing-masing pelatih di daerah,” katanya.
Dengan demikian, kata Manoppo, sekalipun ke-60 kensi tersebut berlatih di daerah masing-masing, mereka melakukan latihan yang sama.
Meskipun Perkemi belum mendapatkan dana pelatnas SEA Games XXVI/2011, lanjutnya, pelatnas tetap digelar dengan dana dari kas Perkemi. ”Tentu kami masih berharap Menpora segera mencairkan usulan dana yang sudah kami sampaikan, sejak akhir tahun lalu itu. Agar tahapan yang ditetapkan Prima dan KONI dapat kami lakukan dengan baik,” ucap Kusumo.
Pasalnya, akhir April ini, Perkemi berencana untuk memanggil kembali ke-60 kensinya guna mengikuti saringan berikutnya. Itu untuk mencapai 150 persen.
Saringan terakhir untuk menentukan tim inti ke SEA Games, baru akan dilaksanakan Juli nanti. Hal itu bersamaan dengan pelaksanaan Pra-PON yang rencananya bakal dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan.
Cabang kempo bakal memperebutkan 16 medali emas. Kempo masuk dalam cabang olahraga golongan III yang hanya dipertarungkan di SEA Games, dan baru untuk pertama kalinya digelar secara resmi. Masing-masing empat emas dari nomor randori (tarung) putra dan putri, mulai kelas 55 kg, 60 kg, 65 kg, dan 70 kg. Kemudian ada delapan emas dari embu (jurus) yang terdiri dari perorangan, berpasangan, dan beregu putra-putri. Berikut campuran untuk tingkat
Sebagai cabang yang baru dipertandingkan di SEA Games, menurut Kusumo, lewat usaha Perkemi sejak Februari lalu, kini sudah bisa digalang lebih dari 4 negara yang akan ambil bagian.
Untuk itu PB Perkemi sudah berkunjung dan memberikan pelatihan ke Brunei, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan ke Timor Leste.
Hasilnya, hingga sekarang ini sudah dua pelatih dari Indonesia melatih di Brunei, Vietnam, Laos, dan Timor Leste.
”Sedangkan untuk Kamboja dan Myanmar masih menunggu hingga federasi kempo negaranya terbentuk lebih dulu,” ungkap Sekretaris Jenderal PB Perkemi.