Jalan-jalan

Belanja di India, Wajib Pintar Menawar

Kompas.com - 06/04/2011, 09:16 WIB

KOMPAS.com — CP sebutan singkatnya, letaknya di pusat kota New Delhi, tepatnya di areal Rajiv Chowk. CP dibangun pada tahun 1929 dan selesai tahun 1933. Pusat perbelanjaan yang tampak berbentuk bulat tapal kuda ini merupakan peninggalan kolonial Inggris. Kerja sama dua arsitek ternama Inggris, Robert Tor Russel dan WH Nicholls, menjadikan tempat ini sebagai basis perusahaan besar Inggris pada masanya. Kemudian, karya arsitektur Lutyens pun diperkenalkan untuk menyempurnakan bentuk tempat ini yang mutlak menjadi gaya British kolonial sepanjang masa. Terlihat dalam warna putih yang mendominasi keseluruhan dinding bangunan itu.

Konon, Pemerintah Inggris percaya bahwa bentuk lingkaran tapal kuda yang merunut struktur bangunannya akan menguntungkan satu sama lain, baik antara penjual dan pembeli maupun penjual ke penjual lainnya. Dan, entah karena mitos apa, bahkan hingga kini, di umurnya yang sudah lebih dari 80 tahun, CP masih menjadi ajang gengsi para pencinta bisnis. Dari barang-barang branded hingga toko-toko emperan masih tampak meramaikan tempat ini.

Selain menjadi pusat bisnis atau perkantoran, CP juga terkenal dengan macam-macam restoran ala India kelas atas hingga menu Mediteranian serta fast food ala barat. Fashion branded juga tampak menempati lapak yang cukup eksklusif dengan skala yang cukup luas. Tak kalah menarik lagi, di sini juga banyak pedagang buku, baik bekas, baru, bahkan yang kopian dengan harga di bawah rata-rata.

Bentuknya yang melingkar di tengah kota menjadikan CP sebagai pusat perhatian di struktur peta New Delhi. Seperti kisi pada roda, CP memiliki radial jalan besar atau utama yang mengakses ke segala penjuru. Delapan jalan terpisah membimbing jalan keluar dari bagian dalam CP (Inner Circle) menuju Parlemen Street, jalan radial satu hingga radial 7 atau blok A hingga blok G. Sebanyak 12 jalan lainnya mengakses jalan keluar dari CC di blok G hingga N (Connaught Circus) bagian luar ring, seperti Jalan Janpath. Tembusan jalan radial 1 atau blok A akan membimbing Anda menuju Palika Bazaar, satu-satunya komplek perbelanjaan dibawah tanah di New Delhi.

Inner Circle, atau bagian dalam CP khusus aktivitas merek-merek ternama dunia, seperti Benetton, Nike, Allen Solly, Levi's, Reebok, dan Lee Cooper. Restauran dan toko-toko buku ternama  hingga bar dan kafe kelas middle up. Umumnya spot bagian dalam atau Inner Circle inilah yang paling laris dikunjungi, baik pengunjung lokal maupun wisatawan. Bahkan di beberapa tempat, para ABG necis ala India tampak mendominasi suasana.

Janpath, salah satu jalan utama di sekitar CP, juga tampak mendominasi aktivitas perdagangan. Meski toko-toko di sini tidak sebesar di Inner Circle, minat para wisatawan justru tampak besar di kawasan ini. Karena kawasan pertokoan ini umumnya menjual barang-barang khas India, mulai dari pakaian hingga aksesori, batu mulia, dan perak, beberapa kerajinan tangan juga banyak ditawarkan oleh toko-toko khusus art galery.

Harga yang Anda dapatkan bisa cukup murah, hanya saja, Anda harus pintar melakukan penawaran dan teliti dalam memeriksa barang yang hendak Anda beli. Jika ingin kualitas yang lebih baik atau harga grosir, Anda bisa mendapatkannya di kawasan Cottage Emporium di Jalan Baba Kharak Singh Marg. Di sini setiap blok mewakili bentuk kerajinan tangan yang berbeda, jadi Anda bisa menentukan tujuan dengan apa yang ingin Anda cari.

CP, yang pernah menjadi target satu dari 5 tempat pengeboman pada 13 September 2008 lalu, telah mengalami peningkatan fungsi dalam tata kota, tercatat di tahun 2005-2006, sejak pembangunan stasiun Metro Delhi yang berpusat dibawah tanah CP, menjadikan CP  sebagai pusat jaringan stasiun kereta tersibuk di India. Di stasiun ini pula sistem pertukaran garis kuning dan garis biru pada jalur Metro Delhi dipusatkan. Taman-taman juga tampak dibangun di sekitar kawasan sibuk ini, seperti Taman Connaught Place yang sering dijadikan basis pergelaran seni kebudayaan India secara terbuka.

Sayangnya, sekarang tempat ini sangat bersahabat dengan ruang lingkup yang kurang bersih, penuh debu, dan kurang tertata. Beberapa pemugaran bahkan tampak dilakukan secara bertahap dalam skala yang cukup besar. (Zee)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau