Sadapan percakapan

Skandal Seks Terkuak, Berlusconi Cemas

Kompas.com - 06/04/2011, 10:04 WIB

ROMA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, ternyata cemas juga tentang usia penari erotis remaja yang ia bayar untuk jasa seksnya. Kecemasan Berlusconi itu terungkap dalam sadapan rekaman percakapan teleponnya yang dirili Selasa (5/4/2011), sehari sebelum sidang pengadilan atas kasus itu pada Rabu ini.

Berlusconi (74), yang menolak hadir pada sidang pertama kasus itu di Milan hari ini, terekam membahas usia gadis remaja itu, Karima El Mahroug, yang terkenal dengan nama panggung Ruby Si pencuri Hati. Para jaksa menyatakan, Berlusconi membayar gadis itu untuk layanan seks dalam 13 kesempatan ketika Ruby bekerja sebagai seorang escort yang berumur 17 tahun, atau kurang setahun dari usia legal praktik prostitusi di Italia, dan bahwa Berlusconi kemudian mencoba untuk menutupi hubungannya dengan gadis itu dengan menyalagunakan jabatannya.

Jika pengadilan kota Milan bisa membuktikan bahwa Berlusconi bersalah, dia bisa dipenjara hingga 15 tahun. Jika ia mendapat hukuman lebih dari lima tahun, ia akan dilarang untuk memegang jabatan publik lagi. Maka, karier politiknya pun akan berakhir. Namun, para ahli hukum mengatakan, dakwaan terkait praktik prostitusi dengan orang yang belum cukup umur akan sulit dibuktikan karena baik dia maupun Ruby telah membantah berbuat seks.

Rekaman percakapan antara 43 bintang muda yang terlibat dalam skanda seks Berlusconi telah bocor ke pers selama berminggu-minggu. Dalam percakapan antara para gadis itu, misalnya, ada kecemasan di antara mereka tentang kemungkinan Berlusconi menularkan berbagai penyakit kelamin, termasuk AIDS. Ada pula tentang kecemburuan di antara mereka tentang perbedaan hadiah atau bayaran yang diterima dari Berlusconi. Namun, sadapan percakapan Berlusconi sendiri belum pernah muncul hingga kemarin.

Bocoran hasil sadapan rekaman yang terungkap kemarin terdiri dari tiga bagian. Pada rekamanan pertama, orang yang diduga Berlusconi tampaknya berbicara dengan orang yang diduga Nicole Minetti, seorang mantan gadis panggung berdarah Inggris-Italia dan seorang dokter gigi yang telah didorong Berlusconi maju ke panggung politik sebagai anggota dewan wilayah Lombardy. Dalam percapakan itu, yang terekam pada 1 Agustus tahun lalu, Minetti (25) memperingatkan bahwa seorang jaksa penuntut umum ingin menanyai dia tentang hubungan Berlusconi dengan Ruby, perempuan kelahiran Maroko dan bernama asli El Karima Mahroug.

Berdasarkan transkrip percakapan tersebut, sebagaimana yang dikutip The Telegraph, orang yang diduga Berlusconi terdengar berkata, "OK, yang penting adalah ada banyak orang yang dapat menjamin fakta bahwa (Ruby) memberikan usia yang berbeda dengan usianya yang sebenarnya. Sekali itu terjadi, tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Kita hanya membantu dia karena kita kasihan padanya. Mari kita berharap bahwa hal itu tidak berubah menjadi sesuatu yang berantakan."

Ruby telah mengatakan bahwa ketika ia pertama kali mulai menghadiri pesta-pesta pribadi Berlusconi pada Februari tahun lalu, dia telah berbohong dengan mengatakan bahwa usianya 24 tahun. Namun, beberapa bulan kemudia ia mengaku masih 17 tahun.

Minetti diduga telah bertindak sebagai germo untuk "menjamin suplai" perempuan bagi Berlusconi. Para gadis itu diberi tempat tinggal gratis di apartemen di Milan. Para penegak hukum Italia tengah menyelidiki dugaan Minetti sebagai germo.

Percakapan kedua, terjadi pada 26 September tahun lalu, melibatkan Berlusconi dan Raissa Skorkina, seorang bintang kelahiran Rusia, yang tampaknya menggunakan satu bahasa sandi ketika meminta uang kepada Perdana Menteri itu. Skorkina diduga menelepon Berlusconi di kediamannya di luar Milan, Villa San Martino, untuk memberi tahu bahwa dirinya "kehabisan bensin". Berlusconi semula tampaknya tidak mengerti apa maksud gadis itu. Namun ia kemudian paham, lalu mengatakan, "Ah, saya mengerti. OK, saya akan memberi tahu Spinelli."  Spinelli adalah Giuseppe Spinelli, akuntan Berlusconi. Para jaksa yakin Spinelli-lah yang menyalurkan ratusan ribu euro bagi perempuan di lingkaran dalam Berlusconi.

Percakapan ketiga, direkam pada 4 Oktober, diduga antara Berlusconi dengan Marysthelle Polanco, seorang gadis panggung asal Republik Dominika, Amerika Tengah. Gadis itu meminta bantuan Berlusconi dalam mencari pekerjaan di televisi dan Berlusconi pun bersedia.

Menurut Telegraph, sebuah jajak pendapat yang dipublikasikan Selasa menunjukkan bahwa skandal "Rubygate" telah memengaruhi popularitas Berlusconi di kalangan pemilih. Ratingnya anjlok dari 50 persen pada Mei tahun lalu ke rekor terendah, yaitu 33 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau