Lahar dingin

Jembatan Baja untuk Sungai Pabelan

Kompas.com - 06/04/2011, 16:52 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Jembatan sungai Pabelan Prumpung Muntilan Magelang yang ambrol akibat terjangan lahar dingin Merapi akan segera diganti dengan struktur rangka baja sebagai pengganti jembatan tersebut.

"Kerangka baja dari Jakarta sudah diangkut menuju Muntilan, Selasa sore kemarin," terang Budi Sudirman ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Muntilan-Salam Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Jalan Nasional Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (6/5/2011).

Budi menyebutkan, panjang rangka baja itu mencapai 60 meter, tinggi 5,5 meter dan lebar 9 meter, termasuk untuk trotoar di sisi kiri dan kanan. Diperkirakan struktur tiba di lokasi Kamis pagi. "Proses pemasangan butuh waktu sekitar 60 hari, dan mungkin akhir Mei sudah bisa dioperasikan," imbuhnya. Perbaikan juga dilakukan untuk pilar jembatan sisi utara yang terkikis derasnya laju lahar dingin Merapi pada Rabu (30/3/2011) lalu.

Sementara itu, untuk normalisasi alur sungai di hulu jembatan pihaknya telah menurunkan dua alat berat. Normalisasi yang dimaksud adalah memisahkan arus air menjadi dua di sisi pilar penyangga jembatan yang tengah diperbaiki. "Bongkahan-bongkahan batu di bawah pondasi pilar jembatan sisi barat juga akan ditumbuk," katanya.

Mengenai teknis perbaikan pilar tengah, akan dibungkus cor beton setebal 40 cm. Pekerjaan itu ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan. "Kalau kondisi cor beton nanti sudah kering, otomatis bisa memperkuat pilar dan arus lalu lintas kendaraan bisa lebih lancar," ujarnya.

Seperti diberitakan, salah satu jembatan sungai Pabelan Prumpung Muntilan Magelang jebol akibat terjangan lahar dingin Gunung Merapi pada Rabu (30/4/2011) lalu. Akibatnya, transportasi di jalur utama Yogyakarta-Magelang terhambat. Kendaraan roda empat atau lebih, dan angkutan umum terpaksa memutar lewat jalur alternatif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau