Pembobolan citibank

Malinda Tak Kenal Budi Gunawan

Kompas.com - 06/04/2011, 20:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang, Malinda Dee (47), mengaku, dirinya tidak mengenal Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri Inspektur Jenderal Budi Gunawan. Pengakuan Malinda itu disampaikan oleh kuasa hukum Malinda, Batara Simbolon, saat mengunjungi kliennya di Rutan Bareskrim  Polri, Jakarta, Rabu (6/4/2011) sore.

"Itu saya pastikan tidak ada. Bahkan, kenal sama Bapak Gunawan (Budi Gunawan) pun tidak. Tadi barusan saya tanya kepada Ibu Malinda sambil menunjukan berita mengenai hal itu," kata Batara.

Ketika ditanya siapa tiga korban yang sudah melapor Citibank, ia tidak ingin menjawab lebih lanjut. Menurutnya, hal tersebut merupakan prosedur kerahasiaan yang diterapkan oleh Citibank.

"Kami tidak punya kewenangan untuk memberi tahu. Untuk menyebutkan siapa korban itu, silakan tanya ke Citibank-nya," kata Batara.

Sebelumnya, Rabu pagi, situs berita Tempointeraktif mengunggah berita yang menyebutkan bahwa Budi Gunawan adalah salah satu korban Malinda. Dalam pemberitaan tersebut bahkan terdapat pengakuan dari Budi.

"Ya, saya salah satu korbannya," kata Budi seperti dikutip Tempointeraktif.

Dalam berita itu, Budi tidak menjelaskan lebih jauh mengenai besaran uang yang berkurang dalam rekeningnya.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo juga membantah bahwa salah seorang anak buahnya adalah korban Malinda. "Tidak ada, tidak ada. Itu tidak benar," kata Kapolri kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta.

Kapolri menjawab pertanyaan wartawan apakah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Budi Gunawan adalah salah satu korban Malinda.

Baca juga: Jenderal Polisi Jadi Korban Malinda?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau