Untuk kedua kali

China Menaikkan Harga BBM

Kompas.com - 07/04/2011, 14:08 WIB

SHANGHAI, KOMPAS.com - China menaikkan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) untuk keduakalinya sepanjang 2011. Keputusan ini merespon kenaikan harga minyak mentah dunia dan merupakan upaya mendinginkan laju inflasi China yang tengah membara.

Harga BBM naik 5,8 persen, seperti bensin yang naik menjadi 500 yuan atau setara 76 dollar AS per metrik ton dan solar naik menjadi 400 yuan. Kenaikan harga BBM terjadi dua hari setelah bank sentral China menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya sejak bulan Oktober 2010 untuk menjinakkan inflasi yang melampaui target pemerintah.

"China sebetulnya enggan menaikkan harga bensin dan solar domestik ke rekor tertinggi," kata Gordon Kwan, kepala penelitian energi daerah, Mirae Asset Securities di Hong Kong. Tapi, hal tersebut harus dilakukan dan merupakan kampanye pemerintah terhadap anti inflasi.

China terakhir menaikkan tarif bahan bakar 4,6 persen pada 20 Februari 2011. Sebagai efek kenaikan BBM, saham China Petroleum & Chemical Corp, pengilang terbesar, naik 1,3 persen menjadi 8,12 dollar Hongkong dalam perdagangan Hong Kong jam 2:07 waktu setempat. Sinopec Shanghai Petrochemical Co maju 4,9 persen menjadi 3,64 dollar Hongkong . PetroChina Co turun 1 persen menjadi 12,10 dollar Hongkong . (Dyah Megasari/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau