JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi XI DPR, Maruarar Sirait, dalam rapat dengan Komisi XI menilai Bank Indonesia tidak punya gigi terkait pengakuan Citibank bahwa rotasi relationship manager berjalan lamban.
"Masa SOP (standard operating procedure) diintersep oleh pemilik modal. Masa sih bisa dicampur tangan oleh pemilik modal yang besar. Itu sudah tidak sehat," tutur Maruarar di DPR, Kamis (7/4/2011) kepada sejumlah wartawan.
Maruarar menilai kejadian itu pertanda BI tidak punya gigi. Tidak hanya itu, ia pun menyangsikan sejumlah pengamat yang menyebutkan pengawasan BI sudah bagus. "Beberapa pengamat bilang pengawasan BI sudah bagus? Tetapi kalau kebobolan begini, apa sudah bagus?"
Menurut dia, sistem yang bagus itu harus bisa mendeteksi dini penyelewengan yang terjadi seperti halnya kedua kasus ini. "Yang mengawasi harus lebih pintar dari yang diawasi. Masa pengawas kalah dengan yang diawasi," tuturnya.
Maruarar juga menegaskan penolakannya terhadap penggunaan pihak ketiga sebagai penagih utang nasabah. Menurut dia, hal tersebut membuat tanggung jawab menjadi tidak jelas dan menandakan bank tidak mau terbebani dengan operasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang