Alvent Pantas Masuk Tim Piala Sudirman

Kompas.com - 07/04/2011, 16:42 WIB

KUDUS, KOMPAS.com — Pebulu tangkis ganda putra, Alvent Yulianto Chandra, pantas dimasukkan dalam tim Indonesia yang bakal diterjunkan pada perebutan Piala Sudirman di Qingdao, China, 22-29 Mei 2011. Demikian disampaikan Ketua PB Djarum Kudus Yoppy Rosimin, Kamis (7/4/2011).

Menurut Yoppy, sekarang bukan saatnya bicara soal pelatnas atau nonpelatnas. Yang terpenting adalah mencari pebulu tangkis terbaik yang bisa membawa Indonesia berprestasi pada perebutan piala dunia bulu tangkis beregu campuran tersebut.

"Saya kira Alvent Yulianto (sebelumnya berpasangan dengan Luluk Hadiyanto) merupakan salah satu pebulu tangkis ganda putra terbaik yang dimiliki Indonesia setelah pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan tidak bisa tampil pada Piala Sudirman mendatang," katanya.

Menurut Yoppy, yang juga Direktur Superliga, pebulu tangkis asal Jawa Barat tersebut bisa dipasangkan dengan siapa saja. Terakhir, Alvent berpasangan dengan Muhammad Ahsan dan berhasil masuk babak semifinal Asian Games XVI 2010 di Guangzhou, China, kemudian dengan Hendra Aprida Gunawan.

Untuk tunggal putra, kata dia, mau-tidak mau, suka atau tidak suka, harus menurunkan Taufik Hidayat. Pasalnya, saat ini Taufik adalah pebulu tangkis terbaik tunggal putra yang dimiliki Indonesia setelah Sony Dwi Kuncoro terus dirudung cedera dan penampilannya dalam beberapa event terakhir ini kurang memuaskan.

"Taufik Hidayat bisa dilapisi oleh Simon Santoso atau Dionysius Hayom Rumbaka tergantung jumlah kuota untuk pemain tunggal putra," katanya.

Sementara itu, untuk tunggal putri, kata dia, pilihannya ada pada Maria Febe Kusumastuti, Ardiyanti Firdasari, Aprilia Yuswandari, dan Lindaweni. Untuk ganda putri, pasangan terbaik Indonesia saat ini adalah Meliana Jauhari/Greysia Polii.

Untuk ganda campuran, lanjut dia, Indonesia memiliki beberapa pasangan, seperti Nova Widianto/Vita marissa, Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir, atau Pia Zebadiah/Frans Kurniawan.

Ketika ditanya peluang untuk menjadi juara saat tampil di "kandang macan", dia mengatakan, sangat berat karena prestasi pebulu tangkis Indonesia dalam beberapa turnamen akhir-akhir ini kurang menguntungkan.

"Kalau untuk juara sangat berat meskipun peluang tetap ada karena lawan yang kami hadapi juga sangat berat, seperti Korea Selatan, Malaysia, Denmark, Hongkong, Taiwan, apalagi tuan rumah China," katanya.

Namun, ujarnya, sebelum bertanding tentunya semua kemungkinan masih bisa terjadi. "Kita harus mengambil keuntungan dengan status kita sebagai underdog," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau