Pembobolan bank

Malinda Sakit, Rekonstruksi Batal

Kompas.com - 07/04/2011, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian batal melakukan rekonstruksi kasus penggelapan dan pencucian uang tersangka, Malinda Dee (47), di Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Kamis (7/4/2011). Pasalnya, baik Malinda maupun para karyawan Citibank tak dapat mengikuti rekonstruksi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, Malinda saat ini masih sakit. Adapun para karyawan Citibank lelah setelah mengadiri rapat di Komisi XI DPR.

"Sebagian dalam keadaan kurang fit sehingga belum dilakukan rekonstruksi," ujar Anton di Mabes Polri, Kamis.

Agenda penyidikan hari ini, kata Anton, hanya memeriksa head teller Citibank berinisial N sebagai saksi. Sebelumnya, penyidik memeriksa head teller berinisial W.

"Kita lihat apakah kegiatan yang bersangkutan dalam melayani nasabah sudah sesuai dengan prosedur operasional standar. Sekarang belum selesai pemeriksaan. Kita tunggu saja," katanya.

Ketika ditanya kapan rekonstruksi akan digelar, Anton menjawab, "Tunggu sehat dulu."

Seperti diketahui, rekonstruksi sedianya dilakukan pada hari Senin lalu. Namun, hal itu batal lantaran ibu tiga anak tersebut sakit. Hingga saat ini, Malinda baru diduga menggelapkan dana tiga nasabah dari 236 nasabah private banking yang dia kelola dengan total dana Rp 16 miliar.

Polri masih mengaudit 30 rekening, baik atas nama Malinda maupun perusahaan miliknya, di beberapa bank. Polri belum menyebut berapa total kekayaan Malinda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau