Nasib nelayan

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Ikan Turun

Kompas.com - 07/04/2011, 18:21 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com — Meskipun produksi ikan di Lamongan selama 2010 masih tertinggi di Jawa Timur, hasil tangkapan ikannya menurun dibanding tahun sebelumnya. Ada beberapa penyebab, mulai cuaca, pendangkalan, hingga berkurangnya intensitas nelayan melaut akibat buruknya cuaca.

Musim angin barat tahun 2010 berlangsung lebih lama dari tahun-tahun sebelumnya yang berimbas pada produksi perikanan tangkap di Lamongan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Lamongan Djoko Purwanto, Kamis (7/4/2011), menyebutkan, penurunannya mencapai 2.480.408 kilogram atau 3,8 persen dibanding produksi ikan tangkap tahun 2009.

Pada tahun 2009, produksi perikanan tangkap Lamongan mencapai 63.911.938 kg, sedangkan tahun 2010 sebanyak 61.431.530 kg. "Tahun lalu kondisi cuaca kurang mendukung para nelayan. Keadaan tersebut berdampak pada berkurangnya hari operasi penangkapan ikan dari armada tangkap para nelayan," katanya.

Cuaca buruk juga menyebabkan armada tangkap rusak. Sepanjang 2010 setidaknya ada empat kasus kapal nelayan Lamongan karam. Dari enam nelayan asal Sedayulawas, Kecamatan Brondong, hanya dua yang selamat empat lainnya meninggal.

Penurunan produksi itu disebabkan populasi ikan besar di sekitar pantai semakin berkurang sehingga menyebabkan daerah tangkap semakin jauh dan biaya operasional semakin tinggi.

Persoalan lain, lokasi di sekitar areal tambat labuh juga mengalami pendangkalan. "Upaya mengurangi dampak cuaca buruk dilakukan dengan membangun pemecah gelombang. Areal tambat diperdalam nelayan dapat bantuan alat tangkap berupa jaring ikan teri," kata Djoko.

Potensi perikanan darat

Meskipun produksi ikan tangkap Lamongan turun, justru terjadi kenaikan produksi perikanan budidaya. Produksi ikan di areal tambak naik dari 3.570.246 kg pada tahun 2009 menjadi 3.606.022 kg pada 2010. Peningkatan produksi juga terjadi pada budidaya ikan di areal sawah tambak dari 27.755.681 kg menjadi 30.516.870 kg.

Perikanan budidaya di areal kolam juga naik dari 1.039.107 kg pada  2009 menjadi 1.044.370 kg tahun 2010. Naiknya produksi ikan budidaya tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh semakin banyaknya komoditas baru yang diperkenalkan di Lamongan.

Menurut Djoko, potensi perikanan darat Lamongan masih sangat terbuka dikembangkan. Tiap tahun dihasilkan sekitar 30.000 ton ikan berbagai jenis. Saat ini yang menjadi primadona adalah udang vannamae yang berpeluang diekspor. Tahun 2008, ada sekitar 3.000 kg udang vannamae Lamongan yang diekspor.

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Lamongan Sudarlin menyebutkan, meskipun hasil tangkapan belum stabil, tetapi sudah membaik. Sayangnya, di Lamongan belum ada pengalengan ikan tetapi sudah ada lima  usaha pembekuan ikan dan hasilnya diekspor.

Hasil tangkapan ikan yang banyak saat ini jenis ikan swangi (masa goyang). Harganya mencapai Rp 4.300-Rp 8.500 per kilogram tergantung ukuran. Harga ikan tongkol Rp 12.000 per kg, tengiri Rp 26.000 per kg, kakap merah Rp 43.000 per kg, kerapu tutul Rp 26.000-Rp 30.000 per kg, kakap merah Rp 65.000-Rp 70.000 per kg, ikan pari utuh ukuran kecil Rp 11.000 per kg.

Sementara dari sekitar 60.000 produksi ikan tangkap di Lamongan baru sepertiga yang diolah. Mulai tahun 2010, PT Bahari Biru Nusantara (Baruna) yang bergerak di bidang pembekuan ikan mulai berproduksi dan ikan yang diolah mencapai 3.000 ton.

Manajer Umum PT Baruna Lismanto menyebutkan, ikan yang diproses di antaranya jenis kakap, tonang, swangi, hingga kuniran. Ikan hasil olahan itu di kirimkan ke China, Taiwan, Korea, dan Amerika Serikat. Bahan baku ikan 85 persen diambil dari TPI Brondong dan selebihnya dari daerah lain.  

 Perkembangan produksi perikanan     

TahunTangkap (ton)Budidaya (kg)Perairan Umum (kg)Jumlah (kg)
TambakSawah TambakKolam
200439.089.8922.326.28226.146.811779.8082.210.36770.553.160
200537.937.0182.241.87023.216.655795.5262.082.586 66.273.655
200637.937.0182.241.87023.216.655795.5262.082.586 66.273.655
200741.568.3262.310.52225.672.888764.1912.138.699 72.454.626
200863.593.9692.347.49026.628.723783.5672.192.167 95.545.916
Tahun 2009 produksi perikanan tangkap mencapai 63.911.938 sedang tahun 2010 sebanyak 61.431.530 kg.

Sumber : Dinas Kelautan dan Perikanan Lamongan        

 

 

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau