Video polisi menyanyi

Norman, Niat Menghibur Malah Terkenal

Kompas.com - 08/04/2011, 12:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Briptu Norman Kamaru, anggota Brimob Polda Gorontalo, tak menyangka dirinya akan terkenal lewat video rekaman berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" yang beredar di YouTube.

Norman mengaku, sebetulnya rekaman tersebut dibuatnya hanya untuk menghibur rekannya yang tengah mengalami konflik rumah tangga. Ia menjelaskan, rekannya yang berpangkat sama itu sedang stres akibat berselisih dengan istri.

"Waktu aplus (pergantian) piket, satu hari itu dia enggak pernah senyum, enggak pernah ngomong. Diajak ngomong juga enggak mau," jelas Norman saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (8/4/2011).

Norman datang ke Mabes Polri untuk menghadap Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, berserta jajarannya. Dia datang dari Gorontalo didampingi Kasat Brimob Polda Gorontalo, AKPB Anang Supena. Untuk menghibur rekan-rekannya di Mabes, Norman lalu bernyanyi lagu "Chaiya Chaiya" sambil menirukan gerakan penyanyi sekaligus aktor India terkenal, Shakh Rukh Khan, dalam film "Dil Se".

"Saya nyanyi sambil buat video. Selesai buat video dia ketawa. Sudah kaya begitu," ucap Norman.

Lalu, siapa yang meng-upload video itu?

"Enggak tau. Sampai sekarang enggak tahu siapa yang masukin," jawab pria asli Gorontalo itu.

Seperti diketahui, Norman mendadak terkenal akibat aksi kocaknya di Pos Jaga Brimob Polda Gorontalo. Aksi kocak yang mengundang keramaian masyarakat dan media itu membuat Polri sempat akan memberi sanksi pada Norman lantaran dalam video berdurasi 6 menit 30 detik Norman beraksi dengan pakaian dinas. Namun, setelah mendapat dukungan publik, Norman hanya dihukum bernyanyi dan berjoget dihadapan rekan-rekannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau