Shopping Bikin Umur Panjang

Kompas.com - 08/04/2011, 12:50 WIB

KOMPAS.com - Shopping memang tidak baik untuk kesehatan kantong, terutama untuk mereka yang berbelanja hanya untuk mengejar gaya hidup. Namun, terlepas dari urusan kantong alias kesehatan finansial, aktivitas berbelanja setiap hari ternyata bisa memperpanjang usia.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti dari National Health Research Institutes, Taiwan, mewawancarai sekitar 2.000 responden. Mereka yang jalan-jalan ke toko setiap hari 27 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati selama periode 10 tahun. Perempuan yang rutin berbelanja 23 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati selama periode studi yang berlangsung dari 1999 hingga 2008. Sedangkan pada pria, kecenderungannya bahkan 28 persen lebih kecil!

Menurut para peneliti, hal ini disebabkan karena berbelanja adalah aktivitas yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi cara lain untuk berolahraga.

"Berbelanja menangkap beberapa dimensi dari kesejahteraan, kesehatan, dan keamanan pribadi, selain juga berkontribusi terhadap ekonomi, dan memberikan peningkatan umur panjang," demikian ditulis di Journal of Epidemiology and Community Health.

Selain itu, sebaiknya kebiasaan berbelanja ini dilakukan secara teratur. Sebab bila Anda jarang berbelanja, hal ini bisa menunjukkan gangguan mobilitas dan kesehatan yang buruk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau