JICA: MRT Balaraja-Jakarta-Cikarang 87 Km Perlu Dibangun

Kompas.com - 08/04/2011, 14:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kajian awal JICA (Japan International Cooperation Agency) menunjukkan, dibutuhkan MRT jalur Barat-Timur yang menghubungkan wilayah Balaraja (Tangerang)-Jakarta-Cikarang (Bekasi) sepanjang 87 kilometer karena daerah-daerah itu memiliki permintaan yang sangat tinggi. JICA digandeng untuk melakukan pre-fesibility study atau pra studi kelayakan jalur ini.

"Kajian JICA di jalur ini sangat tinggi. Dari awal memang kami minta supaya tidak hanya meng-cover timur dan barat di provinsi DKI saja, jadi ini akan mengikutsertakan di sebelah barat Balaraja, Tangerang dan timur Cikarang, Bekasi, melewati Jakarta," ungkap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai bertemu dengan perwakilan JICA, Jumat (8/4/2011), di Balaikota, Jakarta.

Namun, saat ditanyakan jalur tersebut akan melewati mana saja, Foke mengakui pembahasan belum sampai pada tahap tersebut. "Tapi bisa dipastikan akan melalui wilayah kawasan yang padat," tuturnya. Menurut Foke, sebagian stasiun bawah tanah akan berada di kawasan padat. Selebihnya, daerah yang tidak terlalu padat akan dibuat elevated (melayang) seperti yang akan dibangun di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan.

Selain itu, di kawasan Tangerang dan Bekasi juga akan dibuat melayang. Karena menjangkau hingga keluar kota Jakarta, Pemprov DKI Jakarta juga harus berkoordinasi dengan pemerintah kota sekitar soal pembangunan MRT. "Ada pertemuan dengan pemprov lainnya. Semua akan diatur oleh pemerintah pusat," kata Foke.

Terkait pendanaan MRT jalur Barat-Timur ini, Foke masih belum mengetahui akan memakan biaya berapa. Pasalnya, soal pendanaan ini masih akan dirapatkan di akhir April bersama dengan Departemen Keuangan dan Kementerian Perhubungan. "Pola yang kami harapkan tentu tidak jauh berbeda dengan pola yang sekarang kita lakukan untuk pembangunan MRT tahap pertama," ungkap Foke.

Sementara itu, Deputi Gubernur bidang Transportasi, Sutanto Suhodo menjelaskan panjang rute Barat-Timur MRT sepanjang 87 kilometer, sekitar 40 kilometer berada di wilayah DKI Jakarta. "Saat ini masih dilakukan studi sampai satu tahun karena kelebihan dari fase ini bukan hanya melibatkan 1 pemda tapi 3 pemda. Tahun depan studi kami harapkan selesai," tandasnya.

Adapun, saat ini pemprov tengah mempersiapkan pembangunan jalur Selatan-Utara yang dibagi ke dalam dua tahap. Tahap I yakni Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,5 kilometer yang terdiri dari 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 bawah tanah). Ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2016. Sedangkan tahap II, yakni Bundaran HI-Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer. Ditargetkan beroperasi tahun 2020. Sementara untuk jalur Barat-Timur ditargetkan beroperasi tahun 2027. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau