SEPANG, Kompas.com - Hari ini, tim Red Bull Racing akan memutuskan apakah menggunakan KERS selama GP Malaysia akhir pekan ini. Padahal, dua pekan lalu di Australia, tim berlambang banteng tersebut tak mau menggunakan teknologi tersebut.
Memang, Red Bull memutuskan untuk tidak memakai KERS ketika tampil di seri pembuka Formula 1 (F1) 2011, yang berlangsung pada 27 Maret lalu, karena mereka yakin dengan daya saing mobil di Melbourne. Benar saja, Sebastian Vettel akhirnya naik podium nomor satu.
Namun di Sepang, Red Bull punya pertimbangan yang lain. KERS menjadi alat yang sangat vital di lintasan tersebut, sehingga Red Bull menyatakan bahwa alat tersebut menjadi sebuah keharusan pada balapan 10 April nanti.
Bos tim, Christian Horner, mengatakan setelah latihan, bahwa unit-unitnya bekerja tanpa masalah, dan keputusan apakah menggunakan KERS sepanjang akhir pekan ini akan diambil sebelum babak kualifikasi besok.
"Di Australia, kami menggunakan alat itu pada Jumat, dan kami merasa ada potensi risiko pada daya saing. Selain itu, penggunaan KERS di Oz tidak terlalu banyak berpengaruh dibandingkan dengan di tempat lain," ujar Horner, Jumat (8/4/11).
"Kami memutuskan untuk tidak mengambil risiko dan tidak jadi menggunakan sistem tersebut pada kedua mobil, pada hari Jumat malam. Tetapi di sini, sistem bekerja dengan baik, begitu juga dengan daya saing, sehingga keputusan akan dibuat pada malam nanti."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang