Nasabah citibank tewas

Istri Irzen Yakin Suaminya Dianiaya

Kompas.com - 08/04/2011, 17:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Esi Ronaldi, istri Irzen Octa, korban penagihan oleh debt collector, mengungkapkan keyakinannya bahwa suaminya dianiaya oleh pihak ketiga yang menjadi mitra Citibank tersebut.

"Saya yakin suami saya dianiaya," ungkap Esi, yang didampingi oleh tim pengacaranya dari OC Kaligis dan rekan, di DPR, Jumat (8/4/2011).

Pihak pengacara, yang diwakili oleh Slamet Yuono, menyebutkan, keluarga Irzen Octa telah menemui anggota Komisi XI Maruarar Sirait dan Andi Rahmat. "Kami menyampaikan permohonan perlindungan hukum, dan audiensi. Di mana kita menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya terjadi ini bagaimana sampai bapak Irzen Octa ini meninggal dunia," jelas Slamet.

Kuasa hukum menyatakan bahwa opini yang berkembang, Irzen Octa menderita sakit jantung dan stroke itu salah besar, mengingat almarhum tidak memiliki riwayat penyakit tersebut. Pihak pengacara mengharapkan, akan ada sanksi pidana dalam kasus ini.

"Jangan sampai ada pembelokan ancaman hukuman, karena ini adalah (pasal) 351 penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia, dan ada pengeroyokan pasal 170, jangan sampai dibelokkan ke pasal arah 335, atau perbuatan tidak menyenangkan," jelas Slamet.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau