Hukum Rooney, Wasit Tertekan

Kompas.com - 09/04/2011, 01:48 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Alex Ferguson mengatakan, dengan menjatuhkan sanksi skorsing kepada Wayne Rooney karena berkata-kata kasar, FA telah memberikan tekanan kepada wasit karena mereka akan mempunyai tanggung jawab moral untuk menghukum siapa pun di masa mendatang yang berlaku seperti Rooney.

Rooney berkata-kata kasar dalam perayaan gol ketiganya (dari tiga) ke gawang West Ham United dalam lanjutan Premier League, akhir pekan lalu, yang berakhir 4-2 untuk MU. FA kemudian menggugat Rooney telah bertindak tidak pantas dan mengancamnya dengan sanksi skorsing dua pertandingan.

Rooney kemudian mengajukan bantahan. FA menolaknya dan Rooney pun bakal absen dalam dua pertandingan domestik terdekat MU, yaitu melawan Fulham di Premier League dan Manchester City di semifinal Piala FA.

Menurut Ferguson, sebelum Rooney, ada pemain lain yang bertindak serupa itu, tetapi tak dihukum dan, mulai sekarang, akan aneh jika wasit tak memberikan sanksi kepada siapa pun yang bertindak seperti Rooney.

"Sulit dibayangkan wasit mengusir pemain karena merayakan hattrick. Namun, (wasit) telah menjadikan diri mereka pusat perhatian. Jika ia tidak mengusir pemain karena bersumpah serapah, akan muncul pertanyaan soal acuan mana yang dipakainya," ujar Ferguson.

"Posisi ini sulit bagi wasit. Saya merasakannya. Saya tak tahu arah kariernya setelah ini. Saya pikir, ia menempatkan dirinya dalam tekanan."

"Kami mengajukan bantahan dan (Rooney) telah menulis surat dan meminta maaf karena berkata kasar. Namun, sejujurnya kepada Anda (wartawan) saya katakan, saya tak mengharapkan mendapat hasil (sesuai harapan)," tuturnya. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau