Hidangan Hari-H Pernikahan William

Kompas.com - 09/04/2011, 07:20 WIB

TIGA pekan lagi perkawinan Kerajaan Inggris antara Pangeran William dan Kate Middleton dilangsungkan. Berbagai aspek dari perkawinan itu menjadi sorotan, seperti keamanan yang akan ketat dan menu jamuan bagi para tamu terpilih.

Inggris tak mau ambil risiko dalam soal keamanan pada perayaan perkawinan kerajaan tanggal 29 April itu. Sebuah operasi keamanan raksasa akan digelar dengan polisi bersiap penuh terhadap ancaman serangan teror dan aktivisme anarkis.

Perkawinan di Westminster Abbey itu akan membuat banyak bagian kota London ditutup untuk menjaga keselamatan keluarga kerajaan dan publik. Ribuan orang diperkirakan akan berjajar di sepanjang jalan.

Reporter veteran kerajaan, Robert Jobson, yang menulis sebuah buku dengan seorang pengawal Putri Diana, mengatakan ini akan menjadi ”sebuah acara keamanan besar”.

Begitu pertunangan diumumkan bulan November lalu, pihak berwenang mempersiapkan rencana keamanan. ”SO14, cabang perlindungan keluarga kerajaan, bertanggung jawab untuk perlindungan ’tokoh-tokoh utama’, dalam hal ini William dan Kate,” kata Jobson.

”Akan ada empat pengawal yang menjaga Kate dan empat pengawal menjaga William. Sisanya, petugas berpakaian sipil yang bercampur dengan khalayak akan ditangani badan keamanan. Para penembak jitu akan ada di atap gedung sepanjang rute prosesi,” ujar Jobson lagi.

Puluhan jalan di sekitar Abbey, istana, dan rute prosesi akan ditutup sejak fajar.

Namun, keamanan tak hanya berurusan dengan lalu lintas. Inggris saat ini menghadapi ancaman ”parah” dari terorisme internasional. Kaum anarkis berpakaian hitam telah memanfaatkan demonstrasi London baru-baru ini. Polisi khawatir mereka akan mencoba mengganggu pesta perkawinan itu.

Para koki beraksi

Selain keamanan, hal yang juga dibicarakan berkenaan dengan acara itu adalah menu hidangan. Ini merupakan rahasia yang ditutup rapat, tetapi kabarnya hidangannya akan ”sangat Inggris”.

”Kami tidak bisa memberikan perincian untuk hari yang dinanti itu. Namun, kami selalu ingin memperlihatkan yang terbaik dari hasil bumi Inggris...,” kata Mark Flanagan, koki utama Ratu Elizabeth II.

Lebih dari 300 tamu akan diundang untuk bersantap pada malam tanggal 29 April, beberapa jam setelah pasangan itu menikah. ”Saya rasa hidangan akan dimulai dengan semacam salad dengan terrine,” kata Darren McGrady, koki pribadi Putri Diana, Pangeran William, dan Pangeran Harry sampai tewasnya Diana tahun 1997.

”Untuk hidangan utama, saya perkirakan akan disajikan steik Gaelic, steik tenderloin dalam saus jamur whisky, atau daging domba organik dari Highgrove, tanah pertanian Pangeran Charles, ayah Pangeran William,” ujarnya.

McGrady, yang juga pernah menjadi koki pribadi ratu, berspekulasi akan dihidangkan flan pisang untuk makanan penutup. ”Ketika saya memasak untuk Pangeran William, hidangan penutup favoritnya adalah flan pisang,” kenang McGrady.

Lambang perkawinan

Itu akan ditambah dengan kue perkawinan berupa kue buah pesanan khusus Kate Middleton. Kue itu dihiasi dengan 16 bunga yang melambangkan berbagai hal, seperti kebahagiaan (mawar), kelembutan (lili), dan perkawinan (ivy).

Kue perkawinan yang merupakan karya seni itu akan dipamerkan dalam acara resepsi pada tengah hari di Istana Buckingham, London. Di samping kue itu, ada kue cokelat favorit Pangeran William.

Walau hidangannya sangat Inggris, sesuai tradisi, semua menu akan dinamai dalam bahasa Perancis. ”Semua menu ditulis dalam bahasa Perancis, tanpa terjemahan sama sekali,” kata McGrady.

Urusan hidangan pada hari perkawinan itu memerlukan perencanaan berbulan-bulan. Pada hari itu 21 orang akan bertugas di dapur istana. (AFP/DI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau