Diana Rikasari: Dari Fashion Blogger Jadi Pengusaha

Kompas.com - 09/04/2011, 07:52 WIB

KOMPAS.com - Kegemaran menulis, memotret, dan kecintaan terhadap fashion tertuang bebas dalam blog. Media digital inilah yang dipilih blogger fashion, Diana Rikasari (26). Ide kreatif mengenai fashion tersalurkan melalui fashion diary miliknya di http://dianarikasari.blogspot.com sejak 2007 silam.

Menjadi blogger adalah hobi, bentuk ekspresi diri. Jika kemudian Diana terpublikasi sebagai blogger sekaligus fashion stylish muda ternama dan berpotensi, ini adalah bentuk apresiasi atas konsistensinya menjalani passion di dunia fashion.

"Mindset dalam menulis blog dan memilih bidang atau topik yang disenangi adalah ekspresi diri, bukan dengan maksud promosi diri. Saya memang menyenangi fashion, menulis, dan memotret. Beruntung saya memiliki pembaca setia. Pembaca menjadi lebih setia menyimak tulisan di blog karena merasa tidak disetir, ide yang dituangkan masih murni, tulisan lebih personal. Membaca tulisan di blog lebih seperti mengobrol dengan teman," tutur Diana kepada Kompas Female, di sela peluncuran Pond's Teen Concert (PTC) di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2011) lalu.

Gaya penulisan Diana di blog-nya memang memancing daya tarik tersendiri. Isu fashion banyak digemari, namun bukan hanya itu yang bikin blog Diana menarik banyak pembaca. Cara bertutur khas blogger yang mudah dicerna juga membuat pembaca betah berlama-lama menyimak fashion diary-nya. Alhasil, pengunjung blog Diana, hingga kini mencapai 7 juta, dengan rata-rata pembaca 10.000 per hari.

Perempuan kelahiran 23 Desember 1984 ini mengaku tak menjadikan blogger sebagai profesinya. Blog, kata Diana, memfasilitasinya untuk menunjukkan konsep fashion kreasinya. Rupanya, ide fashion segar ala Diana diterima sebagai alternatif dalam bergaya atau berpenampilan. Kini, nama Diana sebagai fashion blogger semakin populer. Gaya fashion-nya diapresiasi oleh individu, bahkan industri. Diana berhasil mewujudkan mimpinya menjadi fashion stylish yang memberi inspirasi. Keberanian dan ekspresi uniknya di blog telah berhasil membawanya pada berbagai kesempatan berkarya di industri.

"Ketika kita melakukan sesuatu yang memang disukai, lalu mendapatkan apresiasi, itu adalah hal yang menyenangkan," tutur Diana.

Benar saja, melalui blog, Diana dipercaya sejumlah majalah untuk menjadi fashion stylish. Tak hanya itu, ia juga dilamar menjadi penata busana dalam pembuatan film, lalu perempuan muda ini juga mengembangkan potensinya bekerjasama dengan pebisnis clothing lokal. Meski konsep dan gaya fashion Diana unik, beda, dan segar, ia tak ingin menyebut dirinya trendsetter. "Saya tidak membuat tren, saya hanya mengekspresikan ide fashion dalam blog," katanya lugas.

Kreativitas dan kesuksesan Diana rupanya tak hanya mengundang apresiasi pembaca. Diana, untuk pertamakali, dinobatkan sebagai digital ambassador PTC 2011. Sosok Diana mewakili generasi muda yang meretas sukses melalui media digital dan berani mengekspresikan diri dengan cara kreatif. Perannya sebagai duta semakin mengasah kreativitas anak muda ini di dunia fashion. Pasalnya, ia akan memberikan tips seputar fashion di microsite PTC dan di blog-nya sendiri.

Menjadi bagian dari bintang PTC hanya salah satu pencapaian Diana dari passion-nya tentang fashion dan blogging. Ia juga berkembang menjadi entrepreneur dan penulis di majalah. "Saya tertarik dengan fashion, dan blog adalah modal untuk melanjutkan ketertarikan ini. Saya tak menyebut blogger sebagai profesi. Namun saya memiliki profesi yang dimulai dari blogger, menjadi entrepreneur dan penulis seputar motivasi hidup di majalah," katanya.

Diana, sejak Desember 2010 memiliki bisnis merek sepatu UP, sebagai bentuk pengembangan passion-nya di dunia fashion. Selain itu, ia juga kontributor di majalah khusus perempuan muda. Blogging membuat Diana lebih mengenali dirinya. Hobi menulis di dunia maya inilah yang pada akhirnya memandunya menemukan ketertarikan baru sebagai wirausahawan dengan fokus sama: dunia fashion.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau