Louboutin Tuduh YSL Meniru Sepatu Sol Merahnya

Kompas.com - 09/04/2011, 11:49 WIB

KOMPAS.com - Tentu, tidak ada orang yang senang bila hasil karyanya ditiru. Apalagi bila karya tersebut mempunyai ciri khas yang membuatnya dikenal banyak orang. Nah, kita-kira seperti itulah yang dirasakan oleh Christian Louboutin, perancang sepatu yang terkenal dengan sol berwarna merah.

Pria asal Perancis ini sekarang sedang mengajukan tindakan hukum untukmencoba menghentikan butik Yves Saint Laurent America menjual platform dengan sol merah yang hampir identik dengan rancangannya. Sepatu YSL ini dijual di toko-toko fashionable di New York yang juga menjual koleksi Louboutin.

Louboutin berusaha menuntut lebih dari 1 juta dollar di pengadilan federal Manhattan, dengan tuduhan melanggar trademark dan memalsu fitur paling istimewa dari rancangan sepatu yang diciptakannya sejak 1992 itu.

"Mr Louboutin adalah desainer pertama yang mengembangkan ide memakai sol merah pada sepatu wanita. Lokasi dari warna terang pada sol bagian luar pumps tersebut dimaksudkan untuk memberikan kilatan warna merah yang memikat ketika seorang wanita berjalan di jalanan, atau di karpet merah sebuah acara khusus," begitu antara lain isi tuntutan hukumnya.

Louboutin mengklaim bahwa penjualan sepatu "bajakan" YSL di toko-toko eksklusif di Manhattan, seperti di Saks Fifth Avenue, Barneys, dan Bergdorf Goodman, "Telah menyebabkan kebingungan, kesalahan, dan penipuan di kalangan masyarakat yang membelinya."

Setidaknya, menurut Louboutin, ada empat desain YSL yang meniru sol merahnya. Ia meminta pengadilan memerintahkan kompetitornya ini untuk berhenti memroduksi desain yang serupa. Sementara ini, pihak rumah mode YSL (kini dimiliki oleh Gucci) belum berkomentar mengenai tuntutan hukum ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau