Timika, Kompas -
Permintaan tersebut diungkapkan sejumlah karyawan di sela-sela unjuk rasa sekaligus perkabungan atas tewasnya dua pejabat bidang keamanan di perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu. Aksi itu dilakukan setelah mereka menjemput dua jenazah pemimpin mereka di landasan helikopter (helipad) di depan Kantor Pusat Keamanan PT Freeport Indonesia.
Dalam aksi di depan Kantor Pusat PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, Papua, Sabtu (9/4), mereka meminta semua pihak terkait mampu menuntaskan kasus tersebut, termasuk mengungkap siapa pelakunya.
Dalam 20 bulan terakhir,
Selain karyawan, beberapa kali aparat keamanan juga ditembak. Hingga saat ini, pelaku teror tersebut belum pernah terungkap.
Terakhir, pada Kamis lalu
Mengutip hasil sementara tim forensik, Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Wachyono menyatakan, kematian kedua pejabat keamanan Freeport itu akibat kebakaran.
Meskipun demikian, ungkap Wachyono, polisi tetap akan terus melakukan penyelidikan. Apalagi pada bodi mobil yang ditumpangi Hary Siregar dan Daniel Mansawan itu terdapat lubang. Juga ditemukan selongsong peluru tidak jauh dari kendaraan yang terbakar itu.
Menurut Agus Albert Mofu, perwakilan karyawan, polisi diberi tenggat satu minggu untuk mengungkap kasus tersebut. Jika tidak, mereka menolak membayar pajak.