Faktor Pembuat Tampilan Mata Lebih Cantik

Kompas.com - 10/04/2011, 11:02 WIB

KOMPAS.com - Setelah menggelar survei kecil-kecilan terhadap sekitar 2.300 sahabat cantiknya, penata rias Indonesia kenamaan, Gusnaldi, mengambil kesimpulan rias mata adalah hal yang penting dalam penampilan total. Hasil surveinya mengatakan, riasan mata memegang 25 persen dalam penampilan total, dan 40 persen respondennya mengatakan lebih mementingkan rias mata ketimbang rias bibir atau pipi.

Dalam rias mata, maskara adalah produk kecantikan yang mutlak diperlukan untuk membuat tampilan lebih dramatis dan sedap dipandang. Gusnaldi mengatakan, rias bulu mata bukan hal yang mudah, dan banyak orang yang salah menggunakan rias bulu mata.

"Maskara sebaiknya dikenakan terakhir. Jika digunakan di awal-awal, bisa terkena taburan-taburan bedak yang kemudian menempel di maskara, lalu menggumpal, riasannya jadi tidak bagus. Tak perlu pula menaruh bedak tebal-tebal di bagian bawah mata, mengenakan maskara, lalu dibuang bedaknya, itu kan pemborosan, sebaiknya cari maskara yang mudah diangkat saat terkena kulit," tutur Gusnaldi.

Di pasaran sudah tak terhitung berapa banyak tipe maskara yang ada. "Kebanyakan maskara yang ada di pasaran saat dipulaskan, warnanya tidak pekat, saat diaplikasikan malah membuat bulu mata menempel sana-sini dan terbelit, juga saat terkena kulit sangat sulit diangkat," cerita Gusnaldi yang baru saja diangkat menjadi duta kosmetika asal Amerika yang baru memasuki pasar Indonesia lagi, Max Factor.

Yang membuat sebuah maskara baik menurut Gusnaldi ada beberapa faktor penentunya, yakni; formula yang dahsyat (tak terlalu lengket, juga tidak terlalu encer), serta kuas yang besar dan bergerigi sedang. Namun, maskara dengan kedua hal itu menjamin tata rias mata yang cantik, "Cara pemakaiannya pun berpengaruh. Tidak bisa asal-asalan atau diaplikasikan dengan gaya 'urek-urek', bisa-bisa bulu mata kita yang lembut terbelit dan tertarik sana-sini."

Gusnaldi memberikan tips cara pengaplikasian maskara:
1. Mulailah pengaplikasian maskara di akhir tata rias, saat semua riasan sudah selesai.
2. Pulaskan maskara di deretan bulu mata bagian atas salah satu mata sebanyak dua kali dengan gaya lurus keluar (tidak zig-zag). Mulai dari ujung terdekat dengan tumbuhnya bulu mata, lalu tarik ke arah luar mata.
3. Lalu pindah ke bagian bulu mata bagian bawah dari mata yang sama. Pulaskan dengan cara lurus dari bagian terdalam ke arah luar.
4. Kemudian pindah ke deretan bulu mata atas kelopak mata yang sebelah, juga dua kali pulasan dengan gerakan lurus keluar, lalu pindah ke deretan bulu mata bagian bawahnya.
5. Kembali ke bulu mata bagian atas kelopak yang pertama, pulaskan satu kali lagi.

Fungsinya, menunggu maskara pulasan yang pertama kering, lalu ditumpuk dengan pulasan yang kedua. Aplikasi lurus ke arah luar dan tidak dengan zig-zag untuk menghindari bulu mata menumpuk atau terbelit karena ditarik sana-sini. Saat akan mengaplikasikan maskara, pastikan Anda tidak mengocok atau menarik keluar-masuk kuas maskara dari botolnya karena bisa memasukkan angin ke dalam botol maskara yang bisa membuat cairan maskara cepat kering. Hindari penyimpanan di tempat yang panas, simpan di tempat yang sejuk.

Untuk menampilkan bulu mata yang indah, Gusnaldi menyarankan menggunakan riasan warna yang terang, seperti warna fuchsia, pink muda, peach, atau silver. Kalau pun memang ingin menggunakan riasan mata yang gelap, disarankan untuk menggunakan maskara 2-3 lapis dengan cara pengaplikasian yang tepat, seperti yang dijelaskan di atas.

Selain itu, warna maskara sendiri punya efek untuk lebih mengoptimalkan riasan mata. "Pemilihan warna maskara tergantung warna kulit, sinar mata si pengguna, juga ingin menonjolkan karakter apa. Kalau ingin karakter kuat gunakan warna hitam, untuk yang ingin karakter lembut, gunakan maskara berwarna cokelat. Warna maskara akan memperkuat ekspresi. Misal, ada yang memiliki bola mata kecokelatan dan punya kelopak mata yang jelas, tanpa perlu menggunakan eyeshadow, menggunakan maskara warna cokelat saja sudah mempercantik tampilan mata," tutur Gusnaldi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau